Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BTNGMb Larang Wisatawan Trekking ke Air Terjun Semuncar, Ini Alasannya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 3 Juli 2025 | 01:45 WIB
Photo
Photo

RADARSOLO.COM-Setelah viral keindahan Air Terjun Semuncar yang berada di Dukuh Sawah, Desa Candisari, Kecamatan Gladagsari, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengambil langkah tegas.

Jalur trekking menuju air terjun yang berada di ketinggian 1.500–1.600 mdpl itu kini dilarang dilewati pengunjung.

Kepala BTNGMb Anggit Haryoso menjelaskan, jalur menuju Air Terjun Semuncar bukan jalur resmi yang terdaftar dalam kawasan taman nasional.

“Seperti yang sudah saya sampaikan ke teman-teman media, bahwa jalur pendakian Merbabu yang legal hanya ada lima, yakni Selo, Suwanting, Tekelan, Juntel, dan Wekas,” ujar Anggit, Rabu (2/7/2025).

Bukan Penutupan, Tapi Pelarangan Akses

Anggit menekankan bahwa BTNGMb tidak menutup jalur tersebut secara fisik.

Tetapi melarang aktivitas trekking karena bukan bagian dari jaringan jalur pendakian yang diakui.

Alasan lain pelarangan ini berasal dari keluhan warga lima desa yang selama ini mengandalkan Air Terjun Semuncar untuk kebutuhan air bersih mereka.

Kelima desa tersebut adalah:

“Lima desa ini mendapat izin pemanfaatan air untuk kebutuhan air minum dan keperluan sehari-hari,” terang Anggit.

Khawatir Tercemar oleh Aktivitas Wisata

Baca Juga: Sering Tangani Kasus Di Luar Kebakaran, DPRD Sukoharjo Usul Damkar Butuh Tambahan Armada Rescue

Warga mengeluhkan bahwa aktivitas pengunjung bisa mencemari sumber air yang mereka gunakan untuk minum dan mencuci sayur serta peralatan makan.

Keindahan air terjun Semuncar
Keindahan air terjun Semuncar

BTNGMb telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pihak terkait agar tidak mempromosikan atau membuka jalur ke Air Terjun Semuncar tanpa kajian.

“Kalau mau membuka jalur, baik itu trekking maupun pendakian, harus ada kajian terlebih dahulu. Baik dari sisi ekologi, fisik, maupun sosial budayanya,” tambah Anggit.

Untuk mencapai air terjun tersebut, pengunjung harus melewati aliran sungai dan jalur terjal.

Dari titik parkir motor, perjalanan bisa memakan waktu sekitar 1,5 jam. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#air terjun semuncar #Boyolali #BTNGMb #dilarang