RADARSOLO.COM - Tradisi tahunan Sedekah Cengklik kembali digelar meriah di kawasan Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (5/7/2025).
Puluhan gunungan berisi hasil bumi diarak warga dari 12 desa dan sejumlah komunitas menuju plaza utama Waduk Cengklik.
Sebanyak 24 gunungan hasil bumi dibawa dalam arak-arakan dari pintu timur menuju plaza Waduk Cengklik.
Kirab budaya ini diawali oleh pasukan bergodo dari Pura Mangkunegaran.
Kemudian disusul oleh barisan warga yang membawa gunungan berisi aneka hasil panen dan tangkapan air tawar.
Sedekah Waduk Cengklik merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk syukur atas manfaat besar yang diberikan oleh waduk, baik dari sisi pertanian maupun perikanan.
Sesampainya di plaza, ribuan warga sudah berkumpul untuk memperebutkan isi gunungan.
Bahkan, sebelum doa penutup dibacakan, gunungan-gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Mereka saling berebut sayuran, buah-buahan, jajanan tradisional, hingga ikan air tawar.
Camat Ngemplak Ari Wahyu mengatakan, acara ini merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal sekaligus wujud rasa syukur masyarakat atas berkah dari Waduk Cengklik.
“Ini merupakan salah satu event melestarikan kearifan lokal di Kecamatan Ngemplak, khususnya di Waduk Cengklik, sebagai wujud syukur kepada Allah melalui kirab budaya dan sedekah waduk,” ujarnya.
Ari menambahkan, gunungan ikan dan hasil bumi mencerminkan keterikatan masyarakat dengan waduk.
“Hasil bumi, hasil waduk yang kita kirabkan itu sebagai simbol bagaimana masyarakat Ngemplak semakin handarbeni, punya rasa memiliki terhadap Waduk Cengklik,” tambahnya.
Salah satu warga, Ari Widiastuti, 50, mengaku senang bisa ikut tradisi ini. Ia datang khusus untuk ikut royokan atau berebut isi gunungan.
“Karena kan di sini dipercaya kalau ambil hasil gunungan itu dapat berkah,” jelasnya.
Dari hasil royokan, Ari membawa pulang beberapa jenis sayuran dan buah yang akan ia masak untuk keluarganya.
“Ini nanti saya mau buat masak sayur asem, karena disini memang kebanyakan masaknya seperti itu,” tutupnya sambil tersenyum.
Kegiatan Sedekah Waduk Cengklik kini telah menjadi agenda resmi tahunan Pemkab Boyolali.
Dalam sambutannya, Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan harapan agar tradisi budaya semacam ini terus dijaga dan dikembangkan.
“Karena sesuai dengan program bupati dan wakil bupati yang ingin Boyolali maju, pro investasi, menuju Indonesia Emas 2025,” pungkasnya. (fid/ria)
Editor : Syahaamah Fikria