Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fenomena Tahun Pelajaran Baru: Penjahit Seragam Sekolah di Boyolali Kebanjiran Order, Konsumen sampai Antre 2 Minggu

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 13 Juli 2025 | 19:23 WIB
Pengusaha konveksi di Boyolali sampai kewalahan melayani pesanan seragam sekolah.
Pengusaha konveksi di Boyolali sampai kewalahan melayani pesanan seragam sekolah.

RADARSOLO.COM-Momentum tahun pelajaran baru selalu membawa berkah bagi para penjahit seragam sekolah.

Permintaan pembuatan seragam baru melonjak tajam, membuat sejumlah pengusaha jahit di Boyolali kewalahan menerima orderan.

Fenomena ini dialami langsung oleh konveksi rumahan milik Pipit Cahyani di Dukuh Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Pipit mengaku dibanjiri pesanan seragam sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA sejak pertengahan Juni.

“Untuk pesanan seragam SMA belum sepenuhnya (ramai), karena masih menunggu seragam batik dan badge identitas sekolah yang belum semua dibagikan,” jelas Pipit, Minggu (13/7/2025).

Ia memperkirakan, order jahit seragam akan terus ramai hingga satu bulan setelah masuk sekolah.

Dalam sehari, konveksi milik Pipit yang mempekerjakan 6 karyawan ini mampu menyelesaikan hingga 15 stel seragam sekolah.

Namun, dengan belasan pesanan jahitan yang masuk setiap hari selama musim tahun ajaran baru, Pipit terpaksa menolak order karena kapasitas produksi yang penuh.

“Di sini ada 6 karyawan, tetapi produksi per hari tidak sebanding dengan permintaan. Jadi, kalau memang tidak bisa, ya terpaksa ditolak,” ujar Pipit.

Untuk biaya pembuatan satu potong seragam sekolah, Pipit mematok harga mulai dari Rp60 ribu hingga Rp80 ribu.

Sedangkan untuk satu setel lengkap baju sekolah senilai Rp110 ribu.

Baca Juga: Singel dan Profil Yunita Ababiel, Pedangdut Kawakan yang Telah Tutup Usia

“Biasanya mereka (pelanggan) bawa kain sendiri, jadi kita hanya menjahitkan. Umumnya, tiga seragam sekolah langsung dipesan, yaitu seragam putih, batik, dan pramuka,” terangnya.

Tingginya permintaan dan terbatasnya jumlah pegawai membuat konsumen harus bersabar. Beberapa bahkan harus menunggu hingga dua minggu agar seragam mereka selesai dijahit.

Situasi serupa juga diungkapkan Anik Sanjaya, penjahit di Sambon, Banyudono, Boyolali.

Konveksi yang ia kelola sendiri turut kebanjiran order.

“Permintaan mulai dari anak sekolah TK, karena memang musim tahun ajaran baru akan selalu seperti ini,” jelas Anik.

Menurut Anik, tahun ajaran baru merupakan berkah besar bagi para penjahit.

“Selain hari raya, tahun ajaran baru menjadikan permintaan untuk menjahit baju naik, karena memang banyak yang butuh,” tambahnya.

Anik mengaku banyak konsumen yang ingin pesanannya cepat selesai agar segera bisa digunakan.

“Soalnya Senin (14/7) kan sudah banyak yang masuk sekolah,” pungkasnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pelajaran baru #konsumen #konveksi #Seragam Sekolah #jahit #Order #pesanan