Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pengembangan Kasus Empat Anak Dirantai di Boyolali, Dititipkan Orang Tua, Berdalih Agar Tak Mencuri

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 19 Juli 2025 | 04:16 WIB
MIRIS: Teras tempat anaka anak dirantai di Kecamatan Andong, Boyolali.
MIRIS: Teras tempat anaka anak dirantai di Kecamatan Andong, Boyolali.

RADARSOLO.COM - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Dukuh/Desa Mojo, Kecamatan Andong, masih dalam penganangan Polres Boyolali.

Joko Raharjo, penasihat hukum SP mengungkapkan, empat anak di Boyolali yang belakangan disebut sebagai korban kekerasan, awalnya memang dititipkan secara sukarela oleh orang tua mereka kepada kliennya.

"Anak-anak itu dititipkan untuk dididik, baik secara agama maupun pendidikan umum, karena orang tua mereka harus bekerja merantau," jelas Joko, Jumat (18/7).

Joko menyebut, menurut pengakuan istri SP, anak-anak tersebut datang bukan karena ajakan atau bujukan dari SP, melainkan atas inisiatif dari orang tua.

Joko menambahkan, anak anak yang dititipkan ke SP juga tanpa ada pungutan biaya, SP menanggung seluruh kebutuhan mulai dari makan, pendidikan, hingga uang jajan.

"Selama tiga tahun, SP merawat keempat anak ini dengan sepenuh hati. Pendidikan agama diajarkan langsung oleh SP, sementara untuk kejar paket C, SP juga mendatangkan guru privat," ujarnya.

Anak tersebut juga diberikan makanan yang layak tiga kali sehari. Joko menegaskan bahwa meski tanpa biaya, anak-anak tetap mendapat uang jajan secara berkala.

“Kadang seminggu sekali, kadang beberapa hari sekali. Bahkan jajanan yang mereka bawa kadang lebih banyak dibanding uang yang diberikan,” imbuhnya.

Alasan SP merantai anak anak tersebut merupakan antisipasi agar mereka tidak membuat masalah.

Joko menyebut, saat SP sedang tidak di rumah, anak-anak itu pernah membuat masalah seperti mencuri di toko dan mengambil durian milik tetangga.

"Anak-anak tetap diberi makan meski dirantai. Bahkan makanan ketela yang diberikan bukan makanan utama, tapi hanya sebagai camilan saat SP tidak ada di rumah," imbuhnya.

Joko menegaskan, selama SP mendidik, tak pernah melakukan kekerasan, rantai itu baru dipasang pada Sabtu sore pukul 16.00, saat SP akan pergi dari rumah. (fid/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#anak #kekerasan #dirantai