Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dyah Bodrohini, Ibu Inspiratif Boyolali yang Bangun Perpustakaan Kampung Kebun Rania

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 28 Juli 2025 | 00:50 WIB
Anak-anak membaca buku di perpustakaan yang didirikan Dyah Bodrohini di Dukuh Jetis, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Anak-anak membaca buku di perpustakaan yang didirikan Dyah Bodrohini di Dukuh Jetis, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

RADARSOLO.COM- Di tengah maraknya anak-anak yang kecanduan bermain gawai, seorang ibu di Dukuh Jetis, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali tergerak untuk melakukan perubahan.

Dyah Bodrohini, ibu satu anak, menyulap rumah pribadinya menjadi perpustakaan mandiri bernama Kebun Rania.

Perpustakaan ini terletak di tengah kampung dengan suasana teduh dikelilingi tanaman rindang.

Ratusan buku yang awalnya merupakan koleksi pribadi Dyah, kini tertata rapi di rak.

Mulai dari dongeng, ensiklopedia, sejarah, hingga novel.

Tidak hanya buku, ada pula boneka dan mainan tradisional.

Seperti bakiak, enggrang, kelereng, hingga congklak untuk menciptakan suasana nyaman.

“Biar anak-anak yang datang ke sini nyaman. Isinya tidak hanya buku bacaan, tapi juga bisa bermain. Memang biar terasa seperti di rumah sendiri,” ujar Dyah, Minggu (27/7/2025).

Tujuan Dyah sederhana: mengurangi kecenderungan anak-anak bermain gawai.

Setiap sore, perpustakaan Kebun Rania ramai dikunjungi anak-anak yang membaca atau bermain bersama.

“Memang sengaja disediakan permainan tradisional, agar anak-anak mulai kembali menyukai aktivitas membaca dan bermain bersama, bukan hanya main HP,” imbuhnya.

Baca Juga: Dishub Boyolali Gencarkan Sosialisasi Uji KIR Gratis, Targetkan Kepatuhan Pemilik Kendaraan

Langkah Dyah mendapat dukungan dari warga sekitar.

Saat ini, Kebun Rania telah memiliki sekitar 3.000 buku bacaan berbagai versi dan terus bertambah.

Berkat kegigihannya, banyak anak di kampung tersebut mulai meninggalkan kebiasaan bermain handphone berlebihan.

“Kini banyak yang mendukung, dan anak-anak juga lebih sering membaca atau bermain di sini,” tutup Dyah. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kebun rania #dyah bodrohini #Kampung #perpustakaan