Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Baru 500 Hektare Lahan Pertanian Padi di Boyolali yang menggunakan Metode Organik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 31 Juli 2025 | 00:43 WIB
Petani di Desa Pojok, Kecamatan Nogosari Boyolali yang sudah menerapkan pertanian organik.
Petani di Desa Pojok, Kecamatan Nogosari Boyolali yang sudah menerapkan pertanian organik.

RADARSOLO.COM-Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali terus menggalakkan penerapan pertanian organik di kalangan petani padi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi beras yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Penyuluhan Dispertan Boyolali Gunawan Andriyanto menjelaskan, saat ini baru sekitar 500 hektare lahan pertanian padi di Boyolali yang menggunakan metode organik, melibatkan kurang lebih 1.100 petani.

“Ini salah satu contoh penerapan produksi beras berkelanjutan yang mengarah menuju organik. Kami dari dinas senantiasa mendorong dan mengembangkan,” jelasnya, Rabu (30/7/2025).

Gunawan menjelaskan, pertanian organik tidak hanya bermanfaat untuk menjaga lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi beras.

Dengan metode ini, pertumbuhan padi disebut bisa lebih baik dan seragam, serta pengendalian gulma menjadi lebih mudah.

“Karena ada space yang untuk pengelolaan, kita lihat perkembangan anakan-nya itu lebih banyak, juga produksinya lebih meningkat,” tambah Gunawan.

Selain itu, pertanian organik juga diklaim lebih efisien dalam biaya produksi karena menggunakan pupuk organik yang harganya lebih terjangkau dibandingkan pupuk kimia.

Sistem ini juga membantu menyeimbangkan pH tanah yang mungkin terlalu tinggi akibat penggunaan bahan kimia berlebihan.

“Kita sempat melakukan pengecekan, bahan organik yang ada di tanah itu sudah rendah. Idealnya, kan, 2%, tapi banyak kondisi sekarang sudah di bawah 1,5%,” tambahnya.

Total luas lahan pertanian di Boyolali saat ini mencapai 21.055 hektar, dengan rata-rata produksi padi per tahun sekitar 240 ribu ton.

Baca Juga: Perbaiki 350 Rumah Sederhana Layak Huni, Pemprov Jateng Gandeng Djarum Foundation

“Diharapkan dengan digencarkan sistem pertanian organik bisa lebih meningkatkan produksi padi yang ada saat ini,” beber Gunawan.

Gunawan menambahkan, Boyolali telah mengalami surplus hasil panen padi selama 10 tahun terakhir, menjadikan wilayah ini salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah.

Meski demikian, pertanian tak luput dari serangan hama.

Gunawan menjelaskan bahwa ada beberapa lahan pertanian yang terserang hama tikus maupun wereng.

“Sebenarnya tidak sampai 1% dari total lahan yang ada, tapi kalau dibiarkan juga akan menimbulkan kerugian bagi petani,” ucap Gunawan.

Saat ini, pihaknya mengimbau petani untuk menerapkan pola tanam seragam, yang diyakini dapat mengurangi risiko terserang hama.

“Imbauan kita untuk melaksanakan pola tanam serentak itu kurang diindahkan, sehingga itu nanti kita perlu edukasi,” pungkasnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #pertanian organik