RADARSOLO.COM-Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memasuki satu dekade.
Berbagai cerita dari masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN telah merasakan manfaat dari program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Salah satunya Rizka Christian Saputri, 30, yang pernah menjalani operasi gigi bungsu dengan memanfaatkan program JKN.
Ia menceritakan, awalnya merasakan nyeri pada salah satu gusi bagian belakang sebelah kiri dan sempat meminum obat Pereda nyeri.
“Beberapa hari kemudian, gusi saya membengkak hingga membuat rasa sakit sampai di kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi, ternyata saya mengalami impaksi gigi kiri atas dan bawah,” ujar Rizka asal Boyolali ini, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, dari pemeriksaan itu dokter mengarahkan Rizka untuk menempuh prosedur pencabutan gigi agar impaksi tidak melukai dinding mulutnya.
Seperti diketahui, impaksi gigi adalah kondisi ketika gigi bungsi tidak dapat tumbuh sepenuhnya atau sebagain keluar dari gusi karena terhalang oleh gigi lainnya atau ruang yang tidak cukup dalam rahang.
Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit, bengkak, infeksi atau kerusakan pada gigi di sekitarnya.
Hingga akhirnya dilakukan pencabutan gigi bungsu bagian atas dan bawah sebelah kiri. Seluruh proses menggunakan penjaminan dari JKN sehingga gratis tanpa biaya.
“Sebenanrya tidak hanya penjaminan tindakan cabut gigi saja tetapi ada lainnya juga memanfaatkan program JKN. Termasuk mengakses layanan kesehatan karena flu atau demam di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujar Rizka.
Rizka mengungkapkan, selama memanfaatkan program JKN untuk berobat, tidak mengalami kendala apa pun. Semua berjalan dengan baik dan lancar.
Baca Juga: Hadirkan Layanan JKN hingga ke Daerah Terpencil di Indonesia, Ini Capaian BPJS Kesehatan Selama 2024
Terlebih lagi mendapatkan pelayanan yang baik dari tim tenaga medis di fasilitas kesehatan.
Guna mendukung kemudahan Rizka mengakses layanan kesehatan, dirinya telah mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN di smartphone miliknya.
Dari aplikasi tersebut, dirinya bisa melakukan perubahan data secara mandiri tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan. Termasuk melakukan perubahan FKTP tempat peserta terdaftar.
"Bisa digunakan untuk mengubah FKTP kita. Sangat mudah, hanya beberapa tahap saja bisa dilakukan," terang Rizka.
"Untuk pindah FKTP bisa dipertimbangkan dahulu ingin pindah kemana, kalau saya sebelumnya FKTP saya itu jauh dari rumah. Kemudian pindah ke dekat tempat tinggal saya supaya lebih mudah dan bisa aktif di FKTP yang baru per tanggal 1 bulan berikutnya," imbuh dia.
Selain itu, Rizka memanfaatkan sejumlah fitur di aplikasi Mobile JKN tersebut.
Seperi antrean online yang bisa digunakan peserta untuk mengambil nomor antrean FKTP maupun rumah sakit.
Bahkan pengambilan antrean bisa dilakukan beberapa hari sebelum rencana kunjungan peserta. Untuk pengambilan antrean di rumah sakit, peserta harus sudah memiliki rujukan.
Aplikasi akan menunjukan waktu antrean secara real time.
"Pendaftaran di fasilitas kesehatan bisa dilakukan secara online. Jadi kita bisa mengambil antrean dari aplikasi saja sehingga lebih mudah dan cepat. Kita pun sebagai peserta bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya," tuturnya.
Kita bisa memilih mau datang ke fasilitas kesehatan tanggal berapa kemudian ke poli apa. Pada saat hari kunjungan kita bisa memantau jalannya antrean," lanjut Rizka.
Sementara itu, fitur lainnya yang digunakan dalam aplikasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan peserta yang ingin mengecek status kepesertaan JKN-nya. Apakah masih aktif atau tidak.
Bagi peserta JKN mandiri, terdapat menu info riwayat pembayaran sehingga peserta mengetahui rincian pembayaran iurannya.
"Dengan inovasi juga digitalisasi ini semua menjadi lebih mudah. Kita bisa cek FKTP kita di mana, aktif atau tidak data kita. Saat akan berobat tinggal menunjukkan kartu digital di aplikasi sudah bisa dilayani atau tinggal menunjukan KTP atau bisa juga menyebutkan NIK dari peserta JKN," kata Rizka.
Rizka mengapresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah menjalankan program JKN dengan baik.
Mengingat layanan yang mudah diakses sehingga peserta mendapatkan layanan kepesertaan sampai dengan menerima pelayanan kesehatan.
Dia menambahkan harapannya terhadap program JKN agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih BPJS Kesehatan telah membantu menjamin semua biaya impaksi gigi bungsu saya. Jika saya menjadi pasien umum tentu untuk biaya pengobatan akan sangat mahal. Saya sangat merasakan betapa bermanfaatnya program JKN ini,” kata Rizka.
Rizka juga berharap program JKN dapat terus memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri.
Mengingat sangat membantu pengobatan masyarakat yang sesuai dengan slogannya BPJS Kesehatan yang menjunjung tinggi gotong-royong. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono