RADARSOLO.COM- Mengantisipasi dampak pohon tumbang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali getol memangkas dahan pohon di tepi jalan yang terlalu rimbun.
Kepala DLH Boyolali, Suraji, mengungkapkan bahwa pihaknya hampir setiap hari melakukan penebangan pohon, baik berdasarkan hasil pemantauan tim DLH maupun laporan dari masyarakat.
"Kami hampir setiap hari melakukan penebangan, baik hasil pemantauan tim DLH, maupun laporan dari masyarakat," jelas Suraji, Kamis (7/8/2025).
Pemangkasan ini bertujuan utama untuk menghindari terjadinya pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu akses masyarakat.
“Untuk pemangkasan itu kami jadwalkan, rata-rata 3 pohon dalam sehari, tergantung kondisi pohonnya juga,” ucapnya.
Suraji merinci beberapa ruas jalan yang rawan pohon tumbang dan sudah menjadi prioritas pemangkasan antara lain di Jalan Musuk, Jalan Bangak-Simo, Jalan Simo-Klego, Jalan Pengging-Sawit, Jalan Lingkar Utara, serta Jalan Tlatar-Nenggo.
“Jalan perkotaan juga sudah dilakukan pemangkasan, untuk minggu depan kita lakukan pemangkasan di Jalan Tegal Rayung-Simo,” tambahnya.
Suraji mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi pohon di pekarangan rumah masing-masing, terutama jika pohon tersebut dinilai rawan tumbang.
“Selain itu, masyarakat yang mengetahui pohon turus jalan yang berpotensi tumbang bisa melapor kepada DLH melalui Kades atau Camat setempat,” imbaunya.
Sebelumnya, beberapa hari lalu, sebagian wilayah Boyolali, khususnya Kecamatan Banyudono, dilanda hujan deras disertai angin kencang.
Insiden tersebut menyebabkan beberapa kejadian, seperti bangunan joglo ambruk di Desa Ngaru-Aru, angin kencang di Alun-Alun Pengging, dan pohon tumbang di Desa Tanjungsari. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono