RADARSOLO.COM-Di balik keindahan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat untuk menunaikan hajat.
Tempat itu adalah Pertapaan Indrokilo, yang terletak di Jalan Pertapaan, Gunungsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Pertapaan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.500 meter persegi dan di dalamnya terdapat sebuah makam yang oleh warga setempat disebut Mbah Reso.
Di makam inilah banyak orang melakukan pertapaan dengan keyakinan hajat mereka akan terkabul.
“Percaya tidak percaya, tapi sebagian besar yang datang ke sini pasti permintaannya selalu terkabul,” jelas Pardi Citro Pawiro, 75, juru kunci pertapaan, Jumat (8/8/2025).
Di area pertapaan, terdapat sebuah pohon beringin raksasa yang diperkirakan berusia lebih dari 70 tahun, dengan aroma dupa dan kemenyan yang semerbak di sekitarnya.
Di sisi pohon beringin, ada patung Semar berukuran lebih dari tiga meter yang juga dipenuhi sesaji.
Pardi menyebut, masyarakat yang datang ke pertapaan tidak hanya untuk meminta hajat, tetapi tak sedikit juga yang datang untuk mencari pusaka.
“Dulu ada 12 pemuda dari Ampel datang ke sini. Awalnya saya tidak tahu niatnya apa, tapi setelah selesai baru tahu kalau mereka ambil pusaka,” ucap Pardi.
Pardi menceritakan, makam yang ada di pertapaan tersebut dulunya adalah milik seorang tokoh partai politik di Jawa Tengah pada masanya.
Letaknya di ujung kampung dan berbatasan dengan aliran sungai serta dikelilingi hutan bambu membuat tempat ini memiliki suasana mistis.
Pardi mengungkapkan, sering terlihat berbagai makhluk astral berseliweran di sekitar pertapaan.
Baca Juga: Pemkab Wonogiri Pastikan PBB Tidak Naik, Tapi Akan Data Ulang Objek Pajak yang Belum Sesuai
"Karena memang di tempat seperti ini, jadi banyak hal-hal seperti itu," katanya.
Pengunjung pertapaan berasal dari berbagai daerah, tidak hanya warga Boyolali, tetapi juga dari Klaten, Wonogiri, hingga Semarang.
"Orang biasa ada, pejabat juga banyak, biasanya setiap Jumat malam pasti datang," jelasnya.
Di bagian bawah pertapaan, terdapat sebuah kolam yang tak terawat dan sebuah tugu batu bertuliskan "Sasonomeditasi Indrokilo".
Pardi juga menceritakan kisah seorang warga Semarang yang bertapa beberapa hari di sana.
Saat hendak berwudu untuk salat, ia melihat sebuah keran air di bawah pohon beringin.
Namun, usai salat, keran tersebut sudah tidak ada di tempatnya.
"Saya bilang, kemungkinan hajatnya sudah terkabul," pungkas Pardi. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono