RADARSOLO.COM-Ratusan warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, tumpah ruah dalam tradisi Tungguk Tembakau 2025, Rabu (13/8/2025).
Tradisi tahunan ini ditandai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan panen.
Acara diawali dengan arak-arakan gunungan, termasuk satu gunungan besar tembakau dan satu gunungan hasil bumi yang disebut Gunungan Ageng.
Dipimpin oleh belasan penari "campur bawur", rombongan bergerak dari perempatan jalan desa menuju makam di atas Tugu Tungguk Tembakau. Di sana, gunungan-gunungan itu didoakan.
Setelah didoakan, dua gunungan nasi dan berbagai lauk-pauk diperebutkan oleh warga yang sudah menunggu.
Parti (55), salah satu warga, mengaku senang bisa berpartisipasi dan berharap mendapatkan keberkahan.
“Ini kan tradisi supaya mendapat kelancaran dalam panen tembakau, juga untuk keberkahan. Semoga lancar semuanya,” jelas Parti, sambil masih menggenggam nasi di tangannya.
Tradisi Turun-temurun dan Harapan Panen Berlimpah
Kepala Desa Senden Sulastri menjelaskan, Tungguk Tembakau adalah tradisi rutin di desanya yang sudah ada sejak 2016.
Sebelum itu, masyarakat sudah melakukan sedekah, namun di rumah masing-masing.
Tanggal 13 Agustus dipilih berdasarkan permintaan juru kunci makam Gunung Sari, karena dipercaya akan membawa berkah bagi panen tembakau ke depan.
Dalam acara ini, 12 tumpeng dibawa oleh masing-masing dukuh yang ada di Desa Senden.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang menantikan acara ini sejak lama.
Tungguk Tembakau adalah tradisi yang diadakan sebelum masa panen raya tembakau.
Dalam upacara ini, Sulastri menjelaskan, warga hanya memetik daun tembakau sebanyak 13 helai sebagai wujud rasa syukur dan harapan akan hasil panen yang baik.
“Karena kami percaya, hari ini dan ke depan agar berkah, serta rasa syukur masyarakat untuk hasil panen yang baik,” beber Sulastri.
Ia berharap tradisi ini bisa terus lestari dan dilanjutkan oleh anak-anak muda di masa yang akan datang. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono