RADARSOLO.COM-Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali kini tengah membangun pos damkar baru di wilayah Kecamatan Wonosegoro.
Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kecepatan pelayanan dalam menangani kebakaran, khususnya di wilayah Boyolali bagian utara.
Peletakan batu pertama pembangunan pos damkar dilakukan Bupati Boyolali Agus Irawan, Rabu (13/8/2025).
Proyek senilai Rp312 juta yang bersumber dari APBD Boyolali ini ditargetkan selesai dalam 90 hari, tepatnya pada 18 Oktober 2025.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, pos Damkar yang baru akan menjangkau beberapa wilayah dengan risiko kebakaran tinggi.
Seperti Juwangi, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, dan Karanggede.
"Pos ini sangat perlu, karena untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, waktu ideal pelayanan itu maksimal 15 menit perjalanan," terangnya.
Saat ini, pos damkar yang ada di Klego dinilai tidak memadai untuk menjangkau wilayah utara secara cepat.
"Dari pos Klego tidak bisa menjangkau cepat di utara, karena response time kita secara standar pelayanan minimal ditentukan maksimal 15 menit, kalau dari Klego saya yakin 15 menit tidak mencukupi," tambah Supriyono.
Menurutnya, risiko kebakaran di wilayah Wonosegoro dan Wonosamudro cukup tinggi.
"Di Wonosegoro dan Wonosamudro itu tinggi, dan berisiko kebakaran karena banyak rumah yang bahannya papan, juga karena kawasan perhutanan lahan kering," bebernya.
Baca Juga: Mitos dan Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu, Wisata Wajib Saat Berada ke Karanganyar
Pos damkar di Wonosegoro ini akan dilengkapi dengan satu unit mobil pemadam dan idealnya diisi oleh 16 personel yang dibagi menjadi 4 regu, siap siaga selama 24 jam.
Dengan pembangunan pos baru ini, Damkar Boyolali kini akan memiliki total 4 pos damkar aktif.
Setelah sebelumnya memiliki pos Induk, pos 2 di depan Panti Marhaen, dan pos di Kecamatan Klego. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono