Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fakta di Balik Mobil Dinas Satpol PP Boyolali yang Kebut-kebutan di Mojosongo Boyolali: Dipakai Anak Pejabat untuk Tawuran

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 25 Agustus 2025 | 22:16 WIB
Mobil dinas Satpol PP Boyolali yang dipakai kebut-kebutan.
Mobil dinas Satpol PP Boyolali yang dipakai kebut-kebutan.

RADARSOLO.COM- Selain digunakan oleh anak pejabat Satpol PP Boyolali, ada fakta mengejutkan di balik mobil pelat merah yang kebut-kebutan di jalan kampung Dukuh Logerit, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo.

Diketahui, akibat kebut-kebutan di jalan kampung, mobil dinas nopol AD 1632 XD nyaris menabrak anak di bawah umur yang sedang bersepeda.

Polsek Mojosongo bergerak mengusut kejadian tersebut. Dengan meminta keterangan anak pejabat Satpol PP Boyolali.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dia mengambil mobil dinas tanpa seizin orang tua.

Mobil dinas tersebut digunakan untuk membantu kelompok pelajar yang hendak tawuran dengan kelompok pelajar lain.

“(Sopir mobil merupakan) alumni dari salah satu sekolah yang kemarin (Jumat) terlibat tawuran. Jadi (pelaku) membantu (oknum pelajar) sekolah dari pihaknya, dimungkinkan benar menghalau pelaku perselisihan,” jelas Kapolsek Mojosongo Iptu Hartanto.

Diberitakan sebelumnya, puluhan remaja yang masih menggunakan seragam sekolah terlibat tawuran.

Mereka saling serang menggunakan tangan kosong maupun kayu.

Lokasi tawuran disebut-sebut di Jalan Merbabu atau tak jauh dari rumah dinas Boyolali.

Kapolsek Boyolali Kota Iptu Andy Setiawan menjelaskan, tawuran terjadi Jumat (22/8/2025) siang.

“Belum ada yang laporan ke polsek," ujarnya, Minggu (24/8/2025).

Menurut kapolsek, warga sekitar lokasi kejadian berhasil menghalau pelajar yang hendak tawuran.

Baca Juga: Mobil Dinas Satpol PP Boyolali Kebut-kebutan di Jalan Kampung, Ternyata Dipakai sang Anak

Di dalam video yang beredar, puluhan remaja tampak kocar-kacir setelah berhadapan dengan warga.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boyolali M. Syawaludin menambahkan, mobil dinas dilarang keras dipakai selain pejabat bersangkutan.

“Meskipun keluarga, tidak boleh (mengendarai mobil dinas). Kami akan panggil (pejabat bersangkutan) untuk menanyakan kronologinya seperti apa, dan akan dilakukan BAP,” ujar Syawaludin.

Diketahui sebuah mobil pelat merah milik Satpol PP Boyolali melaju dengan kecepatan tinggi saat melintasi jalan kampung di Dukuh logerit, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo.

Kejadian itu terekam dengan jelas kamera pemantau masjid setempat.

Dalam video itu, mobil jenis Toyota Kijang nyaris menabrak anak bawah umur yang sedang bersepeda.

Plt Kepala Satpol PP Boyolali Waluyo Jati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi Jumat (22/8/2025) siang.

Saat kejadian, mobil dinas tidak sedang digunakan oleh anggota Satpol PP, melainkan dipakai anak dari anggota satpol PP.

“Menurut laporan, saat itu mobil sedang mengejar dua pengendara motor. Namun satu pemotor berbelok masuk (jalan) kampung,” jelas Waluyo, Senin (25/8/2025).

Kejadian tersebut memancing emosi warga setempat dan muncul kabar mobil dinas hendak dibakar. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #pelajar #pejabat #Satpol PP #mojosongo #mobil dinas #tawuran