Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rombongan Pelajar Terperosok Akibat Jembatan Rusak di Mojosongo, DPUPR Boyolali: Tanggung Jawab Desa untuk Memperbaiki

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 26 Agustus 2025 | 23:17 WIB
Jembatan rusak di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali sangat membahayakan.
Jembatan rusak di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali sangat membahayakan.

RADARSOLO.COM - Infrastruktur di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali ini sangat vital.

Menghubungkan Dukuh Karang Lor dan Dukuh Karang Kidul di desa setempat.

Tapi sayang, kondisi jembatan di desa setempat sangat memprihatinkan.

Hanya menyisakan selebar sekitar 1 meter. Sisanya sudah lama ambrol.

Menurut keterangan warga setempat, ambrol jembatan terjadi sejak beberapa tahun lalu akibat diterjang banjir. 

Ketua RT 02 Dukuh Karang Kidul Gunadi menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada lurah serta DPUPR Boyolali untuk meminta perbaikan.

“Sudah sempat ada dari dinas PU yang datang untuk mengukur jembatan, namun belum ada perbaikan,” jelasnya kepada radarsolo.com, Selasa (26/8).

Padahal kerusakan jembatan di Desa Jurug sudah memakan korban.

Rombongan pelajar terperosok karena tidak mengetahui jembatan ambrol.

“Dari utara (Karang lor), (para pelajar) tidak tahu kalau ada lubang, terus jatuh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Saat ini, bagian jembatan yang ambrol diberi penanda berupa ranting serta bambu.

“Sebenarnya bahaya , karena yang bagian barat juga sudah retak, jadi kalau tidak segera diperbaiki, bisa ambruk sewaktu-waktu,” kata Gunadi.

Baca Juga: Jogging Track Stadion Trikoyo Klaten Bakal Dibenahi Tahun Ini, Anggaran Rp 5 Miliar Disiapkan

Warga Desa Jurug sangat berharap kerusakan jembatan segera diperbaiki mengingat menjadi utama dari maupun menuju Boyolali kota.

“Kalau sekarang harus lewat jalan besar dulu, waktunya jadi tambah panjang, yang harusnya 5 menit jadi bisa 10-15 menit,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga DPUPR Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan cek lapangan serta lapor ke Bupati Agus Irawan.

“Jembatan tersebut merupakan jembatan desa, kewenangan perbaikan ada di desa dengan menggunakan APBDes,” jelasnya.

Joko mengungkapkan, panjang bentang jembatan tersebut 12 meter dengan lebar 2,75 m.

“Langkah sementara, kami sudah memberikan saran perlu dibuat rambu-rambu tanda peringatan untuk tidak melewati jembatan tersebut dan memberikan petunjuk untuk alternatif akses jalan lain demi keselamatan pengguna,” pungkasnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pelajar #jembatan rusak #DPUPR Boyolali #mojosongo