RADARSOLO.COM-Dampak dari hilangnya fitur live di aplikasi media sosial TikTok sangat dirasakan oleh para pelaku UMKM di Boyolali.
Salah satu pedagang bahkan kehilangan hingga 90% pendapatan harian.
Oktavia Reni, 27, pemilik usaha penjualan baju bekas (preloved) di Desa/Kecamatan Teras, Boyolali mengaku omzetnya anjlok drastis sejak fitur live dinonaktifkan pada Sabtu malam (30/8/2025).
Sebelum penonaktifan, Reni bisa menjual hingga 100 potong pakaian dalam sekali live berdurasi 1,5 jam. Kini, ia hanya bisa menjual 3 potong.
“Itu juga yang beli karena sudah pernah beli, jadi repeat order. Kalau ramai bisa 100, tapi agak sepi ya antara 50-70 baju. Tapi sekarang hampir tidak ada,” jelas Reni, Senin (1/9/2025).
Ia sudah mencoba beralih ke fitur live di aplikasi lain, tetapi hanya bisa membantu sekitar 20% dari total penjualan.
Pelaku Usaha Cenderamata Juga Merugi
Hal senada juga diungkapkan oleh Ma’ruf Bin Husen, pemilik usaha penjualan cenderamata untuk seserahan pernikahan.
Ia mengaku penjualannya menurun hingga 50% setelah fitur live TikTok hilang.
“Kadang dari 5 customer yang masuk itu 2-3 dari TikTok, jadi menurun sekali,” beber Ma’ruf.
Menurutnya, pelanggan lebih suka berinteraksi melalui fitur live karena bisa langsung bertanya dan mendapatkan jawaban.
Baca Juga: Gudang SMPN 1 Sambirejo Sragen Terbakar, Penyebabnya Karena Pembakaran Sampah
Ini berbeda dengan video biasa yang tidak bisa interaktif.
"Dengan live kan bisa langsung dijawab juga,” tambahnya.
Reni dan Ma'ruf berharap fitur live TikTok bisa segera diaktifkan kembali.
"Karena untuk jualan. Kalau dipergunakan untuk hal lain, ya monggo ditutup tidak apa-apa,” kata Reni.
Para pelaku UMKM mengaku, tidak ada pemberitahuan dari pihak aplikasi terkait penonaktifan fitur ini. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono