Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Waspada Penyakit Kencing Tikus di Boyolali: Dinkes Catat 6 Kematian dari 21 Kasus Leptospirosis Sepanjang 2025

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 13 September 2025 | 00:38 WIB
Photo
Photo

 RADARSOLO.COM- Tikus banyak ditemukan di tempat-tempat kotor, lembab, serta kawasan persawahan.

Tak ayal, tikus bisa membawa banyak bakteri maupun virus yang bisa menjangkit manusia.

Salah satunya bakteri Leptospira yang banyak ditemukan di air kencing tikus.

Walaupun tidak semua tikus bisa membawa bakteri Leptospira, namun tidak lantas membuat kita menyepelekan.

Pasalnya, menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Teguh Tri Kuncoro, bakteri Leptospira yang dibawa tikus bisa mengakibatkan beberapa penyakit hingga komplikasi serius.

Bakteri Leptospira bisa menyebar melalui air maupun tanah yang terkontaminasi bakteri tersebut.

“Biasanya disebut juga kencing tikus, karena bakteri tersebut berkembang di saluran kencing tikus, sehingga penyalurannya melalui kotoran tikus,” jelasnya.

Gejala, Komplikasi, dan Upaya Pencegahan Leptospirosis

 Apabila sudah terpapar bakteri Leptospira, biasanya akan mengalami gejala mulai ringan sampai berat.

Dalam beberapa kasus, bakteri Leptospira bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal, perdarahan, dan kerusakan hati.

“Gejalanya seperti demam tinggi dan menggigil, sakit kepala, nyeri otot, terutama di betis dan punggung, mual, muntah, dan diare, mata merah, bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan,” lanjut Teguh.

Apabila sudah sampai di tahap terlalu parah, penderita juga akan terlihat seperti penderita penyakit kuning, yang disebabkan bakteri Leptospira menyerang hati.

Baca Juga: Pensiunan Guru di Ngargoyoso Karanganyar Ternyata Dibunuh Orang Dekat, Ini Hubungan Korban dengan Pelaku

Di Boyolali tercatat 6 penderita Leptospirosis yang meninggal dari 21 kasus yang dilaporkan sepanjang tahun 2025 ini.

Teguh menjelaskan, pencegahan agar tidak tertular bakteri Leptospira tergolong mudah.

Seperti menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan di tempat bersih, menggunakan perban tahan air apabila melakukan aktivitas di area rawan banjir atau sawah.

“Apabila dirasa sudah terpapar, bisa menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, obat pereda gejala seperti paracetamol, dan perawatan di rumah sakit untuk kasus yang lebih serius,” pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#cara pencegahan #kematian #leptospirosis #dinkes boyolali #kencing tikus