RADARSOLO.COM- Bupati Boyolali Agus Irawan memimpin proses peletakan batu pertama calon gedung baru UPT (Unit Pelayanan Teknis) BLK (Balai Latihan Kerja) Diskopnaker Boyolali, Selasa (16/9).
Nantinya, dua gedung tersebut akan dijadikan kantor serta gedung workshop nonteknik.
Agus Irawan berharap, gedung baru itu bisa menambah fasilitas serta menjadi pusat lembaga pelatihan kerja yang ada di Boyolali.
Menurut Agus, lulusan setara SMA/SMK di Boyolali mayoritas berminat mencari pekerjaan di luar negeri.
Dengan itu, pemerintah bisa memfasilitasi melalui pelatihan serta pembekalan bahasa untuk mencari pekerjaan.
“Juga kita bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang nantinya ingin mencari tenaga kerja di Indonesia, jadi akan kita sinkronkan semuanya, biar kita menyiapkan tenaga kerja, pencari bisa mendapat tenaga kerja,” beber Agus, Selasa (16/9).
Target Penyaluran Tenaga Kerja ke Luar Negeri dan Kolaborasi dengan Perusahaan Asing
Terkait target penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, Agus mengaku masih berusaha. Sebab pembangunan gedung akan selesai pada tahun depan.
Bupati menambahkan, ada beberapa perusahaan dari Jepang dan Korea yang sudah menjalin komunikasi.
“Nanti ini (gedung baru) untuk pelatihan, serta kita ingin ada sertifikasi di sini, intinya untuk mengurangi pengangguran di Boyolali,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali Sawitri Danik Rahayuni, menambahkan, anggaran untuk pembangunan gedung menggunakan dana APBD senilai Rp2,7 miliar.
Baca Juga: Open Dumping TPA Sukosari segara Ditutup, Bupati Karanganyar Keluarkan Inbup Kelola Sampah dari Hulu
Nantinya, gedung non teknik akan digunakan sebagai gedung pelatihan bahasa sesuai instruksi bupati.
“Di sini kan ada istilahnya magang cepat, nanti ada seleksi macam-macam seperti magang Jepang, jadi peruntukannya untuk pelatihan daerah, di sini nanti untuk persiapan tenaganya,” jelas Danik.
Danik menyebut, ke depan tidak hanya warga Boyolali yang bisa mengikuti pelatihan di UPT BLK Diskopnaker Boyolali.
Sebab, UPT BLK Diskopnaker disiapkan untuk pusat pelatihan kerja.
“Kemarin sudah ada yang dari Riau, Lampung, kita makanya bangun gedung agar representatif,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono