RADARSOLO.COM- Sebentar lagi Boyolali akan mempunyai landmark baru.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali saat ini sedang mengerjakan proyek revitalisasi serta pemeliharaan Jalan Pandanaran.
Proyek tersebut senilai Rp22 miliar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kabid Bina Marga DPUPR Joko Prasetyo mengatakan, nantinya proyek tersebut akan mencakup:
- Rehabilitasi drainase seperti perbaikan, penggantian, serta peningkatan kapasitas saluran.
- Relokasi utilitas menggunakan penataan utilitas bawah tanah jaringan listrik, telekomunikasi, serta pipa.
“Nanti juga ada trotoar ramah pejalan kaki, penataan area hijau, dan elemen-elemen estetika, seperti lampu taman, kursi-kursi,” jelas Joko, Minggu (17/9).
Underpass Penyeberangan Jadi Art Space dan Konsep Seperti Malioboro
Selain itu, juga akan dilakukan optimalisasi jalan seperti perkerasan, pembongkaran median, dan penataan bangunan pelengkap lalu lintas.
Nantinya, pemeliharaan jalan akan dilakukan di sebagian ruas Jalan Pandanaran dari simpang Tugu Susu Tumpah menuju simpang Siaga sepanjang 350 meter.
“Apabila sudah rampung seluruhnya, nanti underpass penyeberangan bawah tanah juga bisa difungsikan sebagai art space, itu juga menunjang keamanan pejalan kaki dari Taman Hutan Raya menuju Monumen Simpang Siaga, karena tidak perlu menyeberang dari jalan raya,” lanjutnya.
Selain itu, Joko menyebutkan, utilitas bawah tanah juga membuat kawasan lebih rapi dan tertata.
Joko menambahkan, alasan penutupan jalan di simpang lima selama proyek berlangsung sebab pengerjaan memerlukan galian untuk sistem drainase maupun penataan utilitas.
“Karena waktu pelaksanaan relatif singkat, yakni 110 hari, dengan sebagian besar pekerjaan berada di bawah perkerasan maupun trotoar, demi keamanan dan keselamatan umum, perlu penutupan akses jalan sementara,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala DPUPR Yulius Bagus Triyanto mengatakan, proyek tersebut akan membuat Boyolali landmark baru.
“Itu nanti kalau selesai akan seperti titik nolnya Boyolali, konsepnya mirip-mirip seperti Malioboro di Yogyakarta, jadi pedestrian dengan banyak tempat duduk serta jalur pejalan kaki yang memadai,” ucapnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono