Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Berkat Program JKN, Peserta Asal Boyolali Dapat Pengobatan DBD dengan Biaya Gratis

Angga Purenda • Jumat, 19 September 2025 | 21:57 WIB

 

Peserta JKN asal Boyolali Aldianto saat menunjukan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan saat BPJS dalam Mobile Customer Service (MCS) di Kecamatan Klego.
Peserta JKN asal Boyolali Aldianto saat menunjukan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan saat BPJS dalam Mobile Customer Service (MCS) di Kecamatan Klego.

RADARSOLO.COM-Aldianto Winahyu, 25, warga Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.

Ia mengaku berkesan atas manfaat yang didapat dari program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Salah satu pengalamannya saat Aldianto terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) sehingga harus mengakses layanan kesehatan untuk pengobatannya.

Saat itu dirinya merasakan gejala seperti nyeri sendi hingga lemas di seluruh badan, sehingga diputuskan menjalan pemeriksaan di Puskesmas Klego 2.

Pilihannya ke Puskesmas tersebut karena sebagai fasilitas kesehatan terdekat yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan program JKN.

“Beberapa waktu lalu saya merasa sangat lemas dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Kemudian memutuskan untuk periksa ke Puskesmas. Ternyata saya terkena demam berdarah dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Waras Wiris Boyolali,” ujar Aldianto, Jumat (19/9/2025).

Dirinya bersyukur, semua pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga dirinya merasa terbantu.

Terlebih lagi selama mendapatkan pelayanan yang didapatkan ketika sedang berobat sangatlah memuaskan.

Ia merasa tidak kesulitan dalam mengakses layanan medis di Puskesmas Klego 2 maupun RSUD Waras Wiris.

Mulai dari pemeriksaan awal hingga perawatan akan demam berdarah yang dideritanya.

Baca Juga: Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha Dalam Program JKN, BPJS Kesehatan Boyolali dan Kejari Klaten Terus Perkuat Kolaborasi

Di sisi lain, dirinya juga terkesan dengan dokter dan tenaga medis yang menangani selama menjalani pengobatan DBD.

Mengingat dinilai profesional dan ramah sehingga dirinya merasakan kenyamanan ketika menjalani perawatan.

“Saya merasa sangat bersyukur karena program JKN memberikan manfaat yang begitu besar bagi saya dan keluarga," jelas Aldianto.

"Tanpa program JKN ini mungkin saya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar agar bisa berobat. Tapi program ini memberikan saya kesempatan untuk dapat fokus pada pemulihan diri,”  lanjut dia.

Tidak ada kekhawatiran terkait biaya yang harus dikeluarkan selama menjalani perawatan. Termasuk untuk obatnya, karena seluruhnya diperoleh secara gratis.

Di sisi lain, dirinya juga mengapresiasi kemudahan akses dalam administrasi yang dijalani selama pengobatan.

Aldianto mengungkapkan bahwanya dirinya merasa kekhawatiran dengan urusan administrasi.

Tetapi akhirnya seluruh proses dilalui dengan cukup mudah selama mengikuti prosedur yang ada.

“Awalnya saya mengira untuk urusannya akan susah, tetapi semuanya berjalan dengan lancar. Saya hanya memberikan KTP saya kepada petugas dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Petugas kesehatan pun sangat membantu saya dalam menjalani proses administrasi,” beber Aldianto.

Terkait manfaat program JKN yang cukup banyak itu perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Begitu juga mekanisme untuk menjadi peserta JKN agar semakin dipahami masyarakat.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini.

Terutama dalam program JKN yang dapat membantu mereka dalam mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: Hadirkan Layanan JKN hingga ke Daerah Terpencil di Indonesia, Ini Capaian BPJS Kesehatan Selama 2024

“Saya sangat yakin di luar sana masih banyak orang yang belum menyadari manfaat dari program JKN. Bahkan masyarakat di sekitar saya juga ada yang belum memahami dan memanfaatkannya dengan baik. Terutama di daerah-daerah yang aksesnya masih terbatas,” ucapnya.

Ia pun berharap agar kualitas dan layanan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan pelayanannya.

Meskipun secara umum, Aldianto merasa sangat puas. Tetapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan.

Aldianto berharap masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar.

Pengalamannya menjadi salah satu contoh bahwa program JKN telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#profesional #pengobatan #pelayanan kesehatan #gratis #program jkn #DBD