Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jumlah Peternak dan Sapi Perah di Boyolali Menyusut, tapi Produksi Susu Malah Melonjak di 2024

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 21 September 2025 | 23:10 WIB
Peternak sapi perah di Boyolali.
Peternak sapi perah di Boyolali.

RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) mencatat ada penurunan angka peternak sekaligus sapi perah di Boyolali.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

Populasi sapi perah

Tahun 2024 sekitar 54.648 ekor. Turun dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 59.389 ekor.

Jumlah peternak

Tahun 2023 sebanyak 22.600 orang, sedangkan tahun 2024 turun menjadi 18.627 orang.

Kabid Produksi Ternak Disnakkan Boyolali Hendro Kurnianto menjelaskan, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan populasi sapi perah maupun jumlah peternak.

Salah satunya peternak sapi perah memilih beralih ke sapi potong sebab perawatannya tidak serumit sapi perah.

Hendro mencontohkan, peternak sapi perah harus rutin memeras susu sapi 2 kali dalam sehari pada pagi dan sore.

Apabila hanya dilakukan satu kali, sapi akan merasa tidak nyaman dan terus menjerit.

“Kalau telat saja sudah tidak boleh, apalagi hanya sekali. Kalau dilakukan terus menerus, akan berdampak pada sapinya, seperti produksi susu menurun bahkan menyebabkan penyakit,” jelas Hendro.

Faktor Penurunan: Perawatan Sulit, Pekerjaan Pabrik, dan Dampak PMK

Baca Juga: Hati-hati! Modus Penipuan Incar Lansia: Di Cepogo Boyolali Perhiasan Senilai Belasan Juta Rupiah Amblas

Selain itu, sapi perah juga harus selalu dibersihkan untuk menjaga sterilisasi kandang.

Berbeda dengan sapi potong yang tidak terlalu manja.

Alasan lain adalah banyak warga yang bekerja di sektor pabrik, peternak memilih berhenti karena sulit membagi waktu.

Hendro menyebut, mayoritas peternak sapi tersebar di 8 kecamatan, yakni:

“Selain itu kemarin juga ada pandemi PMK, produksi susu menurun, mau tidak mau peternak harus mencari pemasukan dari sektor lain,” lanjutnya.

Produksi Susu Naik dan Program Inseminasi Buatan untuk Sapi Unggul

Walaupun mengalami penurunan jumlah sapi perah, produksi susu di tahun 2024 mengalami kenaikan dibanding tahun 2023.

Produksi susu tahun 2024: Naik menjadi 42.760.750 liter dibanding tahun 2023 sekitar 37.804.725 liter.

“Untuk rata-rata produksi susu saat ini sekitar 20-25 liter per hari tiap ekor sapi, naik karena saat ini PMK sudah landai,” tambah Hendro.

Tahun ini, Disnakan Boyolali mempunyai program pemuliaan hewan ternak dengan melakukan Inseminasi Buatan (IB) menggunakan indukan sapi perah unggul.

Disnakkan Boyolali menargetkan bisa menyuntikkan 11 ribu dosis dengan tingkat keberhasilan diharapkan lebih 50 persen dari total dosis.

“Karena sekali suntik pasti tidak langsung jadi, diharapkan tingkat keberhasilan lebih dari 50 persen, semoga akan lahir setidaknya 5 ribuan pedet unggul,” pungkas Hendro. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Sapi Perah #menyusut #Produksi Susu #disnakkan boyolali #peternak