RADARSOLO.COM - Puluhan sapi jumbo yang digunakan sebagai sapi tunggang berjejer rapi mengikuti kegiatan bulan bakti peternakan dan hari ikan nasional, Senin (22/9).
Bupati Boyolali, Agus Irawan bersama beberapa kepala OPD serta Jajaran forkopimda Boyolali bersama sama menaiki sapi tunggang menuju komplek kantor dinas peternakan dan perikanan (Disnakkan) dan dinas pertanian (Dispertan).
Bupati bersama rombongan melakukan parade sapi tunggang dari pertigaan dinas iomunikasi dan informasi (Diskominfo) kemudian mengelilingi lokasi acara sambil menyapa pengunjung dan anak anak sekolah.
Tidak hanya menjadi tunggangan, sapi sapi tersebut juga mengikuti kontes sapi tunggang yang diadakan disnakkan Boyolali.
Bupati Boyolali, Agus Irawan mengungkapkan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pengembangan potensi sapi tunggang di Boyolali.
Pasalnya, banyak peternak yang mengembangkan ternak sapi mereka menjadi sapi kontes maupun sapi tunggang.
“Coba kita konfirmasi ke dinas terkait kita, kalau memang sapi tunggang yang ada di kabupaten Boyolali, kalau harus kita kembangkan atau mungkin menjadi salah satu andalan di Boyolali, kita akan kaji dulu,” jelas Agus, Senin (22/9).
Diketahui, setiap peringatan bulan bakti peternakan dan hari ikan nasional, disnakkan selalu menyelenggarakan perlombaan baik sapi perah maupun sapi tunggang.
Kepala Disnakkan Boyolali, Lusia Dyah Suciati mengungkapkan, sapi tunggang biasanya diarahkan ke sektor edukasi wisata.
Sapi tunggang bisa dijadikan untuk membuka sektor wisata baru bertema edukasi baik untuk masyarakat maupun peternak.
Lusi mengatakan, kontes sapi tunggang dilakukan untuk memotivasi peternak, baik peternak sapi perah maupun sapi biasa untuk dijadikan sapi potong.
“Kalau dalam hal seperti ini kan mereka termotivasi untuk melestarikan keberlanjutan sebagai brand-nya Boyolali sebagai Kota susu,” jelasnya.
Disnakkan juga mengadakan kontes sapi perah untuk mencari bibit bibit unggul sapi perah.
Sapi yang diperlombakan yakni sapi dara, atau sapi berumur 1 tahun.
Selain itu, disnakkan juga melaksanakan kegiaatan gerimis (gerakan minum susu) dan makan ikan untuk 1000 anak anak.
"Ini dalam rangka mensinergikan program pusat ke daerah dan mengajak anak anak untuk berbudaya, senang minum susu, makan ikan, makan telur untuk Indonesia emas," pungkasnya.
Acara Bulan bakti peternakan dan hari ikan nasional dibarengkan dengan hari tani nasional serta hari pangan dunia.(fid)
Editor : Nur Pramudito