RADARSOLO.COM- Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikomandoi Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana akan melakukan koordinasi tertutup dengan anggota satgas.
Ini sebagai antisipasi kejadian seperti keracunan massal maupun laporan menu basi.
Wabup Dwi Fajar mengungkapkan, koordinasi tertutup dilakukan untuk melakukan sidak ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kabupaten Boyolali.
Untuk jumlah total dapur SPPG yang ada di Boyolali, Fajar menyebut sebanyak 35 titik.
“Kita optimis insya Allah kedepannya bertambah secepatnya,” jelas Fajar.
Fajar juga mengimbau kepada SPPG untuk menjaga kualitas, kebersihan serta kehigienisan menu MBG sebelum dibagikan ke penerima.
Bupati Agus Irawan Akan Lebih Sering Sidak SPPG, Libatkan Dinkes dan Puskesmas dalam Pengawasan
Terpisah, Bupati Boyolali Agus Irawan usai peresmian ratusan SPPG di SPPG Lanud Adi Soemarmo Kecamatan Ngemplak, Jumat (26/9/2025) berkomitmen lebih sering turun langsung untuk mengecek dapur-dapur SPPG di wilayah Boyolali.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi kejadian luar biasa, diantaranya keracunan massal.
“Harapannya Boyolali tidak akan terjadi keracunan maupun hal-hal lainnya,” jelasnya.
Agus juga membuat kebijakan agar seluruh pengelola SPPG berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali sebagai bentuk pencegahan.
Baca Juga: Pemkab Wonogiri Tanggung Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2.104 Pekerja Rentan
Bupati meminta SPPG untuk melibatkan puskesmas di setiap kecamatan dalam pengawasan.
“Hasil masakan atau sajiannya bisa di-sampling-kan ke puskesmas terdekat,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono