Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pedagang Pasar Kota Boyolali Merana, Omzet Anjlok Akibat Penutupan Simpang Lima untuk Revitalisasi Jalan Pandanaran

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:35 WIB
Pedagang di Pasar Kota Boyolali keluhkan sepinya transaksi.
Pedagang di Pasar Kota Boyolali keluhkan sepinya transaksi.

RADARSOLO.COM- Pedagang di Pasar Kota Boyolali mengeluhkan penurunan jumlah pembeli imbas penutupan akses simpang lima Boyolali.

Penutupan tersebut akibat adanya proyek revitalisasi dan pemeliharaan Jalan Pandanaran.

Sri Wahyuni, pedagang sayur di Pasar Kota Boyolali mengungkapkan, sudah sepekan omzet penghasilannya terus menurun.

Akibatnya, sayuran hasil dagangan harus terbuang sia-sia sebab tidak terjual.

"Sudah enggak mungkin bisa balik modal, ini buahnya juga sudah pada masak, kalau nanti membusuk, ya terbuang juga," keluhnya, Senin (6/10/2025).

Selain itu, Sri Wahyuni juga mengatakan bahwa keuntungan penjualan tidak cukup untuk menutup biaya modal.

Kondisi cuaca yang terlalu terik serta tiba-tiba turun hujan sangat memengaruhi kondisi sayuran yang dijual.

"Dampaknya, ya para pembeli malas memilih, sayuran cepat layu, buah juga cepat busuk, ya kasihan juga,” tambahnya.

Hadi, pedagang lain di Pasar Boyolali Kota menuturkan, kondisi itu salah satunya disebabkan penutupan jalan simpang lima, sehingga tidak ada pengunjung yang lewat depan lapak dagangannya.

"Kemarin saya bawa 80 kilogram ikan lele, 60 kilogram enggak habis (tidak laku), kalau omzet ya jelas sangat terasa. Biasa ramai orang lewat di sini, sekarang orang mikir karena jalan saja susah, mau ke pasar saja harus muter dulu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Purnawan membenarkan adanya penurunan antusiasme pembeli di Pasar Kota Boyolali.

“Kemarin (Minggu), saya sudah mengecek sendiri terkait dengan arus pengalihannya, saya juga ke pasar, memang antusiasmenya warga itu agak berkurang karena terkait dengan pengalihan arus lalu lintas,” jelasnya.

Baca Juga: Kobaran Api di Pasar Kota Wonogiri Akhirnya Padam setelah Damkar Berjibaku selama Hampir 12 Jam

Namun, Purnawan menjelaskan, sebenarnya akses ke Pasar Kota Boyolali terhitung masih mudah, hanya saja akses dari arah utara yang mengalami sedikit hambatan.

Pembeli yang dari arah utara harus sedikit memutar sebelum sampai di Pasar Kota Boyolali.

“Hanya saja yang kalau dari arah timur tetap enggak ada gangguan lah, kalau yang dari arah Banaran, arah Sunggingan itu memang harus sedikit memutar, dan kemarin juga sebagian jalan simpang lima dibuka, jadi bisa sedikit menghemat waktu,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menggenjot sosialisasi di media sosial terkait kondisi Pasar  Kota Boyolali.

Salah satu yang akan disosialisasikan yakni terkait akses terdekat menuju parkiran Pasar Kota Boyolali Kota.

“Terus ini tadi sudah saya kumpulkan, kepada teman-teman UPT (unit pelaksana teknis) untuk mendorong bagaimana menghidupkan suasana pasar tradisional, khususnya Pasar Boyolali dan Pasar Sunggingan yang terdampak langsung,” pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#omzet #Boyolali #pasar kota #pedagang #sepi