RADARSOLO.COM- Sudah beberapa hari murid di SMKN 1 Mojosongo, Boyolali tidak mendapat jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala Bagian Kesiswaan (Waka Kesiswaan) Abdul Rokhim mengungkapkan, sekolahnya berhenti mendapat jatah MBG sejak hari Senin tanggal 6 Oktober kemarin.
Saat itu, pihaknya menerima surat pemberitahuan bahwa untuk sementara waktu pemberian jatah MBG dihentikan hingga tanggal yang tidak ditentukan.
Akibatnya, sudah 5 hari sejak Senin hingga Jumat, sebanyak 1.273 siswa di SMKN 1 Mojosongo tidak bisa menikmati MBG.
“Kami sudah menerima surat sebelumnya. Padahal anak-anak antusias, menyambut positif untuk MBG ini, dinanti-nanti,” ujar Rokhim, Jumat (10/10/2025).
Setelah jatah MBG dihentikan sementara, pelajar SMKN 1 Mojosongo kembali membawa bekal untuk makan siang.
“Sebelum ada MBG, bawa bekal dua. Untuk makan pagi dan siang, sekarang bawa satu, karena yang siang ada MBG, walaupun masih ada yang jajan,” ungkapnya.
Distibusi MBG Akan Dilanjutkan
Informasi terbaru, pada Jumat (10/10/2025), pihak SMKN 1 Mojosongo menerima pemberitahuan melalui aplikasi Whatsapp terkait distribusi MBG yang kembali dilaksanakan mulai Senin (13/10/2025).
Lalu apa penyebab distribusi MBG di SMKN 1 Mojosongo tersendat?
Sesuai surat edaran yang diterima, kondisi itu disebabkan anggaran yang belum cair.
Diketahui SMKN 1 Mojosongo mendapat jatah MBG dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggis, Kecamatan Mojosongo.
Baca Juga: Jenguk Siswa Keracunan MBG, Wabup Karanganyar: SPPG Tawangmangu Dinonaktifkan
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Boyolali Rifani Arliana Utami menjelaskan, alasan berhentinya distribusi MBG di SMKN 1 Mojosongo serupa dengan di SPPG Siswodipuran 002 belum lama ini.
"Kami juga pengennya running tiap hari, cuma karena ada beberapa hal yang harus membuat stop dulu,” jelasnya di rumah dinas bupati Boyolali, Senin (9/10/2025).
Diketahui SPPG 002 Siswodipuran tidak mendistribusikan menu MBG kepada ribuan pelajar di Boyolali sejak, Rabu (17/9/2025).
Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Provinsi Jawa Tengah Reza Mahendra membenarkan hal tersebut.
Reza mengatakan, penghentian distribusi MBG karena terdapat kendala pencairan dana untuk SPPG Siswodipuran 002 Boyolali.
"Setelah saya dalami itu ada error system untuk pencairan dana," ujar Reza.
Sesuai keterangan dari pihak bank, pengelola SPPG setempat salah memasukkan password saat akan melakukan pencairan.
Namun saat ini permasalahan tersebut sudah selesai, dan Kamis (18/9/2025), Reza memastikan SPPG Siswodipuran 002 bisa kembali beroperasi. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono