RADARSOLO.COM– Proyek revitalisasi dan pemeliharaan Jalan Pandanaran di kawasan simpang lima Boyolali dikeluhkan beberapa pelaku usaha kecil di sekitar kawasan proyek.
Seperti yang dirasakan pemilik usaha di Jalan Pemuda, Kampung Gudang, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.
Bambang Dandung, penjual pisang goreng di Jalan Pemuda mengaku sudah tiga minggu jualan miliknya tutup total.
Sebab jalan yang biasanya ramai dilewati pengendara dari arah Simpang Lima, sekarang sepi karena akses jalan ditutup.
Bambang menjelaskan, jalan tersebut saat ini hanya bisa diakses dari arah timur hingga SPBU Kridanggo.
Akibatnya, pengendara dari luar kota yang biasa menjadi pelanggan tidak mempunyai akses.
Kondisi tersebut membuat Bambang merugi. "Pendapatan bersih Rp125 ribu per hari," jelasnya.
Dandung menambahkan, banyak warga lain yang harus mengalami penurunan pendapatan hingga usahanya mati.
Warga lain juga menyebut proyek di kawasan Simpang Lima membuat warung menjadi sepi, dan anak-anak sekolah pun harus memutar sedikit lebih jauh.
Disdagperin Boyolali Siapkan Opsi Alternatif Penempatan PKL Simpang Lima: Depan Rumdin Bupati dan Boulevard Sukarno
Sebelumnya, Kepala Disdagperin Boyolali, Purnawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan alternatif penempatan PKL dari Simpang Lima Boyolali.
Yaitu bisa berjualan di depan rumah dinas Bupati, serta sekitar Boulevard Sukarno Jalan Merdeka Timur.
“Sebenarnya sejak tanggal 17 September kemarin itu kami (Disdagperin) sudah memberikan imbauan untuk bersiap, karena akan ada proyek,” jelas Purnawan, Kamis (25/9).
Purnawan mengungkapkan, PKL yang ada di Simpang Lima terbagi menjadi dua paguyuban, yakni paguyuban PKL sisi barat, serta paguyuban PKL sisi timur.
Nantinya, PKL sisi timur diarahkan untuk sementara berjualan di Boulevard Sukarno, sedangkan PKL sisi barat diarahkan ke depan rumah dinas (rumdin) Bupati. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono