Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bukan Hanya Revitalisasi Infrastruktur, Bupati Agus Irawan Akan Tata Ulang PKL Simpang Lima Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 15 Oktober 2025 | 00:51 WIB
Kawasan Simpang Lima Boyolali bersolek. Selain revitalisasi, pemkab setempat akan menata PKL di tempat ini.
Kawasan Simpang Lima Boyolali bersolek. Selain revitalisasi, pemkab setempat akan menata PKL di tempat ini.

RADARSOLO.COM-Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekitar kawasan Simpang Lima Boyolali akan ditata ulang.

Itu dilakukan setelah rampungnya proyek revitalisasi dan pemeliharaan Jalan Pandanaran.

Kabar tersebut diungkapkan Bupati Boyolali Agus Irawan usai launching bulan dana PMI (Palang Merah Indonesia) 2025 Kabupaten Boyolali, Selasa (14/10/2025).

Agus mengatakan, masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penataan PKL pasca proyek pedestrian rampung.

“Intinya kita nanti insya Allah, setelah jadi, kita harus koordinasi dengan dinas terkait, untuk bagaimana kita menata PKL disitu (simpang lima),” jelas Agus.

Pihaknya masih akan mengkaji apakah PKL di Simpang lima akan disentralkan di satu tempat yang ada di bawah Simpang Lima (parkir hutan kota kridanggo) atau berada di tempat lain.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) mencatat total ada 46 PKL yang berjualan di simpang lima, dengan rincian 30 PKL di sisi barat, serta 16 PKL di sisi timur.

Disdagperin Boyolali Tawarkan Dua Opsi Sementara untuk 46 PKL Simpang Lima Selama Proyek Berlangsung

Disdagperin juga telah memberikan dua opsi sementara bagi PKL eks simpang lima untuk tetap bisa berjualan selama proyek berlangsung.

PKL sisi timur simpang lima diarahkan untuk pindah sementara di kawasan Boulevard Sukarno, Jalan Merdeka timur, sementara PKL sisi barat diarahkan untuk pindah ke depan rumah dinas Bupati Boyolali.

“Sebenarnya sejak tanggal 17 September kemarin itu kami (Disdagperin) sudah memberikan himbauan untuk bersiap, karena akan ada proyek,” jelas Purnawan Raharjo, Kepala Disdagperin.

Alasan PKL diarahkan di dua lokasi berbeda sebab di sana terdapat dua paguyuban PKL.

Baca Juga: BPKPAD Klaten Terus Genjot Realisasi PAD, Ditargetkan Rp 335 Miliar: Optimalkan 12 Jenis Pajak

Purnawan juga mengatakan, bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan paguyuban terkait untuk menginformasikan kepada pedagang agar tidak ada mis komunikasi.

“Karena memang kan paguyubannya berbeda, jadi kita siapkan beberapa alternatif. Nanti, yang mau berjualan di Boulevard Sukarno bisa komunikasi dulu dengan paguyuban yang ada di sana, yang rumdin kemarin sudah ketemu paguyuban, dan masih ada 5-7 space,” pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Ditata #agus irawan #pedagang kaki lima #pkl #patung kuda #simpang lima boyolali #revitalisasi