RADARSOLO.COM- Atap bangunan kelas di SMPN 2 Juwangi ambruk.
Kondisi tersebut menyebabkan satu rombongan belajar (rombel) kelas harus mengungsi untuk tetap bisa melanjutkan pembelajaran.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud), sekda Boyolali, serta asisten sekda.
Pemkab tengah menyiapkan langkah tercepat untuk melakukan antisipasi serta perbaikan.
“Kalau robohnya mungkin memang tanahnya labil, dan juga itu bangunannya juga sudah agak lama juga,” jelas Agus, Jumat (17/10).
Agus mengungkapkan, akibat ambruknya atap bangunan kelas di SMP N 2 Juwangi, satu kelas tidak bisa digunakan, dan pembelajaran dipindah ke ruang guru dengan menyekat ruang-ruang yang masih tersisa.
Ia berjanji Pemkab Boyolali akan secepatnya melakukan penanganan agar 28 siswa yang terdampak bisa kembali belajar di kelas.
Disdikbud Prioritaskan Keamanan dan Bangun Kembali
Kepala Disdikbud Boyolali Dwi Hari Kuncoro menjelaskan, robohnya atap bangunan sekolah di SMPN 2 Juwangi terjadi pada Rabu (15/10/2025) saat jam sekolah masih berlangsung.
“Jam 11.00 WIB, Alhamdulillah-nya itu ruang TIK, jadi bukan ruang kelas. Jadi Alhamdulillah pas ambruk tidak ada korban, karena memang di sana tanahnya labil,” jelas Kuncoro.
Ditambahkannya, dua kelas di sebelah bangunan yang atapnya ambruk ikut terkena dampak, sebab masih satu bangunan.
Pihaknya juga meminta bupati untuk meminta Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk segera melakukan tindakan.
“Pak bupati sudah memerintahkan untuk gerak cepat, dan disiapkan BTT, tapi kita mau hitung dulu (kerugiannya), termasuk membangun lagi, maupun langkah awal,” bebernya.
Kuncoro menambahkan, pihaknya memprioritaskan agar kondisi kelas aman terlebih dahulu, sebelum dilakukan perbaikan.
Nantinya, bangunan yang roboh dipastikan tetap dibangun kembali, namun masih menunggu waktu. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono