Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dinkes Boyolali Laporkan Peningkatan Kasus Dengue dan ISPA Selama Pancaroba, Warga Diimbau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 22 Oktober 2025 | 04:18 WIB
Demam dan kelelahan berkepanjangan adalah beberapa gejala awal autoimun.
Demam dan kelelahan berkepanjangan adalah beberapa gejala awal autoimun.

RADARSOLO.COM-Pancaroba biasanya identik dengan peralihan cuaca yang tidak menentu dan bisa mendadak berganti cuaca dengan cepat.

Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, berdasarkan sumber laporan mingguan melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), terdapat kenaikan kasus selama 5 minggu terakhir.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Boyolali Teguh Tri Kuncoro menjelaskan, suspek Dengue, serta ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), meningkat dari Minggu 37 sampai Minggu 41 Tahun 2025.

Dari data yang ada, berdasarkan sebaran suspek penyakit Dengue, banyak tercatat di daerah dataran rendah, dibandingkan daerah dataran tinggi.

“Grafik penderita penyakit Dengue di Puskesmas dan Rumah sakit di seluruh Boyolali, banyak tersebar di daerah seperti Boyolali kota, Kecamatan Simo, Karanggede, dan Sambi,” jelas Teguh, Selasa (21/10).

Namun, untuk sebaran ISPA, Teguh menjelaskan tidak ada perbedaan sebaran penderita ISPA di wilayah dataran tinggi maupun dataran rendah.

Dari data yang ada, 4 puskesmas baik dari wilayah atas maupun wilayah bawah, sama-sama menunjukkan angka hampir sama.

Contohnya di Puskesmas Cepogo, tercatat 2.266 penderita ISPA, Puskemas Juwangi mencatat ada 1.875 penderita, Puskesmas Klego II terdapat 2.181, serta Puskesmas Musuk sebanyak 2.321 penderita.

“Berdasarkan sebaran kasus ISPA antara masyarakat di dataran tinggi dan dataran rendah, diketahui bahwa kasus ISPA tidak dipengaruhi oleh letak geografis di dataran rendah maupun tinggi kasusnya,” tambahnya.

Teguh menambahkan, berdasarkan grafik Dinkes Boyolali, dapat diketahui bahwa tren kasus suspek dengue di tahun 2024 mulai meningkat pada Minggu 38 sampai dengan Minggu 41 kasus terus meningkat.

Sedangkan tren kasus suspek dengue tahun 2025 mulai meningkat pada Minggu 37 sampai dengan Minggu 41, kasus juga terus meningkat hingga saat ini.

Baca Juga: Pembudidaya Ikan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Diimbau Waspada Potensi Upwelling di Pergantian Musim

Selain Dengue dan ISPA, pancaroba juga meningkatkan ancaman infeksi penyakit saat daya tahan tubuh menurun.

“Ya bisa saja, karena saat musim peralihan seperti ini, memungkinkan penurunan daya tahan tubuh manusia, disaat daya tahan tubuh menurun ancaman infeksi penyakit akan lebih besar,” bebernya.

Teguh menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, serta mengkonsumsi makanan bergizi, serta berolahraga cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dengue #dinkes boyolali #pancaroba #ispa