Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Santri dan Anggota Ormas Kompak Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter di Andong Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:31 WIB
Ribuan santri di Andong Boyolali kirabkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter untuk peringati Hari Santri Nasional 2025.
Ribuan santri di Andong Boyolali kirabkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter untuk peringati Hari Santri Nasional 2025.

RADARSOLO.COM - Dalam rangka memperingati hari santri nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025, ribuan santri beserta anggota organisasi masyarakat (Ormas) Keagamaan di Kecamatan Andong mengarak bendera merah putih sepanjang 1000 meter mengelilingi desa.

Bendera di arak dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Andong, mengelilingi jalan desa sepanjang 3,5 Km hingga kembali ke area pondok.

Pengasuh pondok Darussalam Andong, Muhammad Zaidun Al-Khusairi mengungkapkan, kirab tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan setiap memperingati hari santri.

Kirab bendera 1000 meter tersebut dilakukan sebagai penghargaan, serta mengingatkan santri untuk lebih mencintai NKRI.

“Karena ingin, kita lebih belajar, bisa lebih menghargai jerih payah para pahlawan, pendahulu para ulama yang jelas sudah berkorban jiwa raga semuanya untuk kemerdekaan ini,” jelas Zaidun, Rabu (22/10).

Zaidun mengatakan, peserta kirab mulai dari santri anak anak SD, hingga mahasiswa, bahkan ibu ibu pengajian serta anggota ormas.

Sebanyak 1.500 peserta ikut mengarak bendera merah putih mengelilingi kampung.

Peserta kirab tidak hanya berasal dari santri santri pondok pesantren, melainkan juga mengajak ormas islam lain, seperti muhammadiyah untuk ikut berpartisipasi.

“Insyaallah kedepan kita lebih kerjasama lagi dengan tokoh tokoh lain, tahun ini kita gandeng Muhammadiyah, nanti kedepan insyaallah lebih luas lagi,” lanjutnya.

Zaidun menambahkan, peserta santri juga berasal dari 5 pesantren lain yang berdiri di sekitar pondoknya.

Sementara itu, Camat Andong, Bambang Suratno menambahkan, kegiatan tersebut bisa menjadi ajang untuk menunjukkan rasa persatuan antar santri.

Pihaknya berharap, kedepan ada event upacara hari santri nasional tingkat Boyolali yang berlangsung di Kecamatan Andong.

“Karena Andong ini julukannya sebagai kota santri, kami berharap nanti upacara hari santri ada di Andong,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, alasan Andong disebut sebagai kota santri, sebab banyaknya pesantren yang berdiri di Kecamatan Andong.

Dari 16 desa yang ada, hanya 5 desa yang tidak memiliki pondok pesantren, bahkan, terdapat 5 pesantren yang bediri di satu desa.

“Kisaran 20 pondok, karena ada yang 1, ada yang 2, bahkan ada yang 5 pondok di satu kelurahan,” pungkasnya.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #santri #Hari Santri Nasional 2025 #Andong #Hari Santri Nasional #bendera merah putih #ormas #Hari Santri