RADARSOLO.COM - Hujan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Boyolali, pada Senin (27/10), mulai sore, hingga malam hari.
Akibatnya, beberapa daerah mengalami sejumlah bencana seperti tanah longsor, banjir, serta angin kencang yang menyebabkan beberapa pohon roboh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali mencatat, telah terjadi 4 bencana di beberapa lokasi berbeda.
Kasi kedaruratan dan logistik BPBD Boyolali, Rima Kusuma mengungkapkan, mayoritas bencana berupa pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
"Tanah longsor di Gunungmadu Simo, luapan jembatan Jemon, dahan pohon tumbang, rumah tertimpa pohon," jelas Rima.
Rima mengatakan, sekitar pukul 16:00 WIB sebagian wilayah Kabupaten Boyolali diguyur hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang.
Bencana longsor yang terjadi di Lembah Gunung madu, Kecamatan Simo ditengarai oleh air hujan yang memenuhi selokan, hingga meluber karena volume air yang tinggi.
Selain itu, terdapat sumbatan sehingga air meluap melewati jalan hingga mengarah pada sisi pinggir tebing, air yang terus mengalir, menggerus tanah hingga menyebabkan longsor pada bahu jalan sisi timur.
Bencana lain terjadi di Sungai Jemono Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Air hujan yang begitu deras mengalir di jembatan jemono terhalang oleh material sampah.
Sampah tersebut mengakibatkan sumbatan di gorong-gorong jembatan sehingga air meluap melewati atas jembatan.
"Kejadiannya hampir bersamaan yakni sekitar pukul 16.00. karena hujan disertai angin kencang. Kami terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat," lanjut Rimas.
Di Dukuh Karangnongko, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Dilaporkan bencana pohon tumbang menimpa sebuah mushola dan dua rumah milik warga.
Rima mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, Boyolali akan mengalami hujan ringan-sedang sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
"Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor hendaknya untuk selalu waspada, serta berhati-hati terhadap risiko pohon atau baliho tumbang saat terjadi hujan dan angin kencang."
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono mengatakan, pihaknya memasang barrier sebagai langkah awal penanganan.
Dishub memasang 12 water barrier sepanjang jalur yang terdampak longsor, diperkirakan longsor menggerus jalan sepanjang 12 meter.
"Dinas Perhubungan lamgsung memasang barier untuk pengamanan akses ke area terdampak, mengamankan pengguna jalan, serta mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar dan aman sambil menunggu tindak lanjut dari instansi teknis terkait," jelas Insan.(fid)
Editor : Nur Pramudito