RADARSOLO.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali menggiatkan pemangkasan pohon untuk mencegah insiden pohon tumbang di wilayahnya.
Langkah ini diambil mengingat Boyolali sedang dilanda cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang.
Selama masa peralihan musim tersebut berpotensi memicu pohon tumbang.
Kepala DLH Boyolali Suraji mengungkapkan, program pemangkasan ini akan terus berlanjut.
"Terutama di Jalan Pandanaran dan di lokasi-lokasi aduan, permintaan warga untuk dilakukan penebangan," jelas Suraji kepada radarsolo.com, Senin (3/11/2025).
Saat ini, DLH berencana memfokuskan pemangkasan di sepanjang Jalan Pandanaran.
Mulai dari Monumen Berlian hingga area Pasar Sunggingan. Di ruas jalan ini, DLH menargetkan pemangkasan sebanyak 37 pohon.
"Untuk bulan Oktober ini, permohonan pemotongan dan pemangkasan sudah masuk 30 permohonan," tambahnya.
Rencananya, pemangkasan pohon mulai dikerjakan oleh pihak ketiga pada 5 November 2025.
Suraji menjelaskan, DLH Boyolali belum bisa memprediksi jumlah pohon yang bisa dipangkas dalam sehari, mengingat kondisi lapangan yang bervariasi serta jenis pohon yang berbeda-beda.
"Kami juga masih ada sisa-sisa laporan bulan kemarin, belum lagi kalau ada bencana, biasanya mendahulukan yang lebih urgent," tutupnya.
Seperti diketahui, selama masa peralihan musim ini, sebagian besar wilayah Boyolali kerap dilanda angin kencang.
Banyak laporan yang masuk terkait pohon tumbang, mulai dari yang menutup jalan hingga menimpa rumah warga. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono