RADARSOLO.COM- Bupati Boyolali Agus Irawan melakukan pengecekan langsung ke lokasi longsor di Jalan Raya Simo-Klego, tepatnya di wilayah Gunung Madu, Kecamatan Simo.
Longsor ini diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama sejak siang hari, yang mengguyur Kecamatan Simo dan sekitarnya, Senin (27/10/2025).
Luapan air dari atas bukit mengalir deras ke jalan, mengakibatkan sisi timur jalan amblas setelah bahu jalan dan talud tidak kuat menahan limpahan air.
Bupati Agus Irawan melakukan pengecekan bersama pejabat di lingkungan Pemkab Boyolali, untuk menindaklanjuti laporan bencana ini.
“Ini langsung ada penanganan pertama, supaya warga bisa melakukan perjalanan dengan baik. Insya Allah 2026 baru akan kita anggarkan untuk perbaikan,” jelas Agus melalui keterangan tertulis yang diterima radarsolo.com, Selasa (4/11).
Bupati menegaskan, Pemkab Boyolali berkomitmen untuk menangani dampak bencana longsor di Gunung Madu, Kecamatan Simo.
Hujan tersebut mengakibatkan tanah longsor sepanjang 28 meter dengan kedalaman 12 meter.
Akibatnya, hanya setengah ruas jalan Simo-Klego selebar 3 meter yang bisa digunakan untuk sementara waktu.
Agus menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali telah melakukan penanganan sementara pasca terjadinya longsor di lokasi tersebut.
Target Anggaran Rp2 Miliar untuk Perbaikan Permanen
Penanganan pertama yang dilakukan DPUPR meliputi:
- Pemasangan rambu lalu lintas berupa water barrier.
- Pembuatan drainase pada sisi dalam jalan dengan cara normalisasi saluran serta membuat saluran baru di sekitar longsoran.
- Penutupan longsor dengan terpal.
- Pemasangan tanggul dari karung plastik yang diisi dengan tanah.
Baca Juga: Pemkab Boyolali Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Permanen di Krobokan Juwangi
Pemasangan tanggul tersebut bertujuan mengarahkan air hujan agar tidak masuk dan menggerus tanah di lokasi longsoran lebih lanjut.
DPUPR Boyolali juga telah melakukan perencanaan penanganan permanen dengan membuat dinding penahan tanah, serta membuat saluran permanen di sekitar longsoran.
Estimasi anggaran untuk perbaikan permanen ini sebesar Rp2 miliar yang akan dialokasikan dalam APBD tahun 2026. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono