RADARSOLO.COM-Raut sukacita menghiasi wajah warga Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Rabu (5/11/2025).
Seiring dengan hadirnya layanan kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat (Melesat) di balai desa setempat.
Layanan dokter spesialis gratis yang hadir di Seboto tersebut disambut antusias oleh berbagai kalangan.
Mulai dari lansia, ibu hamil, hingga masyarakat dengan berbagai keluhan terkait kesehatannya.
Mereka tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan dari dokter spesialis.
Keberadaan program tersebut mampu menghilangkan terkait kendala jarak maupun biaya transportasi ke rumah sakit.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto menegaskan bahwa kehadiran layanan Speling Melesat berkolaborasi erat dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Terlebih lagi merupakan wujud nyata komitmen untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Secara spesifik, peran BPJS Kesehatan Cabang Boyolali dalam program tersebut diperkuat melalui kehadiran BPJS Keliling yang memang menyasar ke daerah-daerah.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat layanan medis, tapi juga kemudahan dalam administrasi JKN. Dengan adanya BPJS Keliling yang menyasar ke daerah-daerah yang memang membutuhkan layanan kami, semua urusan bisa diselesaikan, sekaligus dekat, cepat, dan setara," jelas Deddy.
Artinya, selain dapat berkonsultasi gratis dengan dokter spesialis dari RSUD Pandan Arang Boyolali, peserta JKN di Desa Seboto juga dapat mengurus kebutuhan administrasi mereka tanpa harus pergi jauh ke kantor cabang.
“Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan layanan kesehatan berkualitas mudah diakses dan merata,” tambah Deddy.
Deddy berharap, sinergi lintas sektor yang terbentuk dalam program speling melesat akan terus menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas. Tentunya tanpa hambatan bagi masyarakat Boyolali.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus yang turut hadir di Balai Desa Boto mengapresiasi program Speling Melesat.
Pihaknya mengaku takjub dan menyebut terobosan tersebut sebagai yang pertama di tingkat provinsi. Hal ini menjadikan Jawa Tengah sebagai role model untuk daerah lainnya.
“Karena dalam hal ini periksa ke rumah sakit tak perlu mengeluarkan ongkos transportasi dan pastinya harus menunggu antrian. Tapi dengan program speling, saya bisa lihat langsung di lapangan, bahwasanya konsultasi dengan dokter spesialis cukup di desa setempat,” beber Benjamin.
Lebih lanjut, Benyamin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada gubernur, dinas kesehatan provinsi, BPJS Kesehatan serta dinas terkait atas berjalannya program speling melesat tersebut.
Mengingat program yang berjalan di Desa Seboto itu melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan RSUD Pandan Arang Boyolali yang menyediakan dokter spesialis.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menambahkan bahwa program ini sangat peduli terhadap penyakit-penyakit kronis dan berkomitmen untuk memperluas jangkauan speling ke seluruh desa di Jawa Tengah.
“Di desa Seboto ini, speling sudah berjalan dengan baik dan memberikan layanan kesehatan serta sembako kepada warganya. Kami berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan warga desa Seboto, tetapi progres demi progres akan kami eksekusi demi diperluas ke seluruh desa di Jawa Tengah,” jelas Yunita.
Bupati Boyolali Agus Irawan juga turut memberikan apresiasi terhadap program speling.
Ia menekankan bahwa layanan kesehatan yang hadir langsung di desa adalah bukti nyata komitmen bersama dari berbagai pihak.
“Program ini tidak mungkin bisa berjalan hanya mengandalkan satu pihak, akan tetapi program ini bisa berjalan atas kolaborasi yang solid semua stakeholder terkait," ucapnya.
"Semoga kegiatan ini terus berjalan dan menjadi cara mendeteksi penyakit dalam sejak dini, sehingga masyarakat yang terkendala jarak untuk berobat bisa mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan,” lanjut bupati.
Agus juga menekankan, kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan dan rumah sakit merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat dan merata.
Di sisi lain, bupati berharap kegiatan ini terus berjalan dan menjadi cara efektif untuk mendeteksi penyakit sejak dini. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono