RADARSOLO.COM- Sebuah batu berukuran cukup besar menutup jalan penghubung Dukuh Tumut-Dukuh Gesikan, Desa Jrakah, Selo, Boyolali setelah longsor, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Rima Kusuma mengungkapkan, sekitar pukul 17:30, sebagian wilayah Kabupaten Boyolali diguyur hujan ringan hingga sedang, terutama pada wilayah Selo.
“Itu salah satu faktor penyebab longsor pada area yang bertebing dan mengakibatkan tertutupnya akses jalan penghubung utama di Dukuh Tumut-Dukuh Gesikan,” jelas Rima, Kamis (6/11/2025).
Kondisi tanah labil di area perbukitan, intensitas hujan yang cukup tinggi, serta kondisi jalan yang berdekatan dengan tebing, membuat tanah di lokasi tersebut mudah terjadi longsor.
Rima menjelaskan, berdasarkan laporan warga dan relawan sekitar, material longsor berupa 3 bongkahan batu besar yang menutupi akses jalan.
Jalan yang tertutup material longsor selebar kurang lebih 3 meter, dengan sisi lain jalan berupa tebing dan jurang.
“Kisaran dimensi bongkahan batu tinggi kurang lebih 2 meter, lebar batunya 1,5 meter,” tambahnya.
Batu Retak di Atas Tebing Diusulkan Diturunkan dengan Alat Berat
Rima menambahkan, berdasarkan informasi dari Pemerintah Desa Jrakah, akses yang tertutup batu besar merupakan jalan utama penghubung Dukuh Tumut-Dukuh Gesikan, Desa Jrakah, dan merupakan salah satu jalan menuju arah Merbabu.
Untuk saat ini, jalan alternatif dari Dukuh Tumut menuju Desa Jrakah, harus memutar 10 Km melewati Selo.
“Di tebing bagian atas terdapat batu yang retak, jika memungkinkan dapat diturunkan dengan alat berat sehingga tidak membahayakan,” lanjut Rima. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono