RADARSOLO.COM-Musim hujan biasanya akan banyak timbul genangan-genangan air di jalan raya.
Genangan air tersebut bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas apabila pengendara kendaraan bermotor tidak berhati-hati dalam berkendara.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto kepada Jawa Pos Radar Solo mengungkapkan, kendaraan kecil seperti minivan hingga kendaraan roda dua rentan mengalami aquaplaning.
“Ya, kami dari Polres Boyolali, kita sudah mengedukasi terkait saat ini sudah musim penghujan, dan di jalan raya, jalan tol, sangat rentan terjadi aquaplaning,” jelas Rosyid.
Sementara Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polres Boyolali Iptu Joko Siswanto kepada Jawa Pos Radar Solo mengungkapkan, aquaplaning adalah adanya lapisan air yang terperangkap di antara ban mobil dengan permukaan jalan.
Aquaplaning bisa terbentuk apabila jalan yang dilewati kendaraan bermotor terdapat genangan air sehabis hujan.
Joko mengungkapkan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan aquaplaning, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, keausan ban, tekanan ban tidak sesuai, desain tapak ban, serta kedalaman genangan air.
“Biasanya karena melaju terlalu kencang saat jalan basah atau saat melewati genangan air, tapak ban yang sudah aus tidak dapat menyalurkan air dengan baik, cengkeraman ban kurang, genangan air yang cukup dalam akan membuat ban semakin sulit untuk membuang air,” jelas Joko, Jumat (7/11).
Apabila terjadi aquaplaning, ban akan kehilangan cengkeraman dengan jalan, yang membuat pengemudi kesulitan mengendalikan arah, mengerem, atau berakselerasi.
Akibatnya, mobil menjadi tidak stabil dan dapat bergerak ke sisi lain jalan atau jalur lain secara tiba-tiba, risiko kecelakaan juga meningkat apabila terjadi kasus tersebut.
“Hilangnya kendali dan ketidakstabilan sangat mungkin menyebabkan tabrakan dengan kendaraan lain, baik dari arah berlawanan atau dari samping,” lanjut Joko.
Selain itu, kendaraan yang lebih ringan berisiko mengalami aquaplaning, karena gaya dorong air lebih mudah mengangkat ban.
Baca Juga: Unggahan Terbaru Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di Hari Jumat Keramat, Warganet: Baiyuh keno kpk
Manuver seperti belokan mendadak saat kondisi basah dapat meningkatkan risiko aquaplaning.
Apabila terjadi aquaplaning, Joko mengimbau kepada pengendara untuk tetap tenang, jangan menginjak gas, maupun rem mendadak yang bisa menyebabkan ban selip.
Biarkan kendaraan meluncur dengan sendirinya hingga traksi kembali normal, hindari memutar kemudi secara cepat, lakukan pengereman secara perlahan dan halus untuk mengurangi kecepatan.
“Antisipasinya ada dengan berkendara pelan apabila ada genangan, semakin pelan berkendara, semakin baik traksi ban di jalan basah dan semakin kecil kemungkinan terjadinya aquaplaning,” tambahnya.
Selain itu, antisipasi lain, hendaknya memeriksa ketebalan alur ban, memeriksa tekanan ban, menunda perjalanan apabila hujan sangat lebat, menyalakan lampu kendaraan untuk menandai posisi bagi pengendara lain. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono