RADARSOLO.COM - Komisi III DPRD Boyolali memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait evaluasi proyek revitalisasi di Simpang lima Boyolali, serta jembatan Kiringan, Ngargosari yang masih di bawah capaian.
Ketua Komisi III Gamma Wijaya melalui Sekretaris Komisi III DPRD Boyolali Triyono mengungkapkan, DPUPR berkomitmen bertanggung jawab mengejar ketertinggalan realisasi.
“Disampaikan bahwa per hari ini (Senin 10/11), sampai pertengahan November itu bisa mengejar waktunya,” jelas Triyono," Senin (10/11/2025).
Triyono menjelaskan, hingga saat ini, proyek pemeliharaan dan revitalisasi pedestrian Jalan Pandanaran di Simpang Lima Boyolali mengalami keterlambatan kurang lebih 8%.
Namun, Triyono menyampaikan, dari pihak pelaksana optimis untuk minggu depan bisa mengejar keterlambatan progres pekerjaan.
“Karena yang disampaikan juga ada satu kendala, yakni hujan,” bebernya.
Menurutnya, tujuan pemanggilan tersebut untuk mengevaluasi progres pekerjaan pembangunan.
Langkah tersebut dirasa perlu untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya Boyolali.
“Karena banyak dari media sosial yang menanyakan, yang langsung juga ada. Tujuannya untuk evaluasi, biar mengetahui, karena ini sudah bulan November, sudah mendekati (akhir pekerjaan),” beber dia.
DPUPR Boyolali Targetkan Proyek Ngargosari Terkejar
Sementara itu, Kepala DPUPR Boyolali Yulius Bagus Triyanto menjelaskan, pemanggilan oleh komisi III DPRD Boyoyolali untuk membahas terkait spesifikasi teknis, serta perencanaan.
Baca Juga: Lini Belakang Persis Solo Keropos di Liga 1, Xandro Schenk: Kadang Memang Agak Sial
“Jadi memang kemarin ada U-ditch (simpang lima) yang tidak settle, sudah diperbaiki. Untuk Ngargosari itu kan gambar perencanaan lama, jadi ada perbaikan perencanaan,” ungkap Yulius.
Terkait deviasi, DPUPR Boyolali menjelaskan bahwa untuk proyek di Ngargosari akan terkejar, bahkan melebihi target. Sebab sudah mendapat jadwal gelar aspal.
Untuk proyek Pandanaran, progres masih di bawah target. Namun terus didorong untuk tetap on schedule.
Catatan DPUPR Boyolali, saat ini, bobot realisasi proyek revitalisasi Jalan Pandanaran sebesar 28,705%, dari bobot rencana sebesar 28,213%, masih ada deviasi sebesar 9,508%.
Untuk proyek jembatan Kiringan, Ngargosari, bobot realisasi sebesar 35,214%, dan rencana 56,707%, persentase terlambat sebanyak 21,493%. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono