RADARSOLO.COM-Komisi III DPRD Boyolali mewanti-wanti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait pengawasan proyek yang masih berjalan di musim hujan.
Ketua Komisi III melalui Sekretaris Komisi III Triyono mengungkapkan, bahwa pengawasan menyeluruh dirasa perlu untuk menjaga kualitas proyek yang ada.
“Karena dari PU kan saya tanyakan keseluruhan pekerjaan di Kabupaten Boyolali, ada puluhan titik. Itu ada yang sudah 100%, ada yang 50%, kualitasnya mungkin bisa diawasi, karena di situ kan ada pengawas lapangan juga, dan PU selalu mantau setiap hari, setiap minggu evaluasi,” paparnya.
Triyono menjelaskan, Komisi III DPRD akan berusaha untuk memantau hingga nanti akhir tahun 2025.
Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Boyolali Joko Purnomo mengungkapkan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan jalan meskipun saat ini sudah memasuki musim hujan.
“Pengawasan di lapangan kami perketat, terutama pada pekerjaan yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca seperti pengaspalan (pekerjaan aspal) dan pengecoran (rigid pavement),” jelas Joko kepada radarsolo.com, Rabu (12/11/2025).
Untuk pekerjaan pengaspalan jalan, Joko memastikan lapisan dasar (base course) dalam kondisi padat dan bersih sebelum dilakukan penghamparan aspal.
Apabila kondisi terlalu basah akibat hujan, pekerjaan akan ditunda sementara untuk menghindari terjebaknya air di lapisan bawah yang dapat menurunkan daya lekat dan kekuatan jalan.
“Suhu aspal juga jadi perhatian utama. Kami melakukan pemeriksaan suhu campuran aspal menggunakan termometer inframerah baik sebelum, saat, maupun sesudah penghamparan," terangnya.
"Hal ini untuk memastikan aspal dihampar dan dipadatkan pada rentang suhu yang sesuai spesifikasi teknis, sehingga hasilnya optimal dan tahan lama,” imbuh dia.
Selain itu, tim pengawas juga melakukan uji ketebalan dan kepadatan (density test) setelah pemadatan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi standar.
Baca Juga: Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Rp 600 Juta, Eks Akunting PNM Ditahan
Untuk pekerjaan pengecoran jalan, sebelum pelaksanaan, dilakukan pengecekan prakiraan cuaca agar pekerjaan tidak dilakukan ketika potensi hujan tinggi.
Selama pengecoran, DPUPR menyiapkan penutup menggunakan terpal atau penutup plastik untuk menghindari air hujan langsung mengenai beton yang baru dicor.
“Setelah pengecoran, dilakukan curing secara teratur untuk menjaga kelembapan beton dan memastikan kekuatan yang terbentuk sesuai mutu rencana. Tim pengawas juga melakukan pengujian slump, silinder beton, dan ketebalan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar,” lanjut Joko.
Joko menambahkan, Bina Marga Tahun 2025 menggunakan anggaran murni untuk pelaksanaan 35 paket kegiatan.
Dengan 29 paket kegiatan masih berjalan, serta 6 paket kegiatan sudah selesai dilaksanakan sepenuhnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono