RADARSOLO.COM - Museum R Hamong Wardoyo merupakan satu-satunya museum yang dimiliki Kabupaten Boyolali.
Berlokasi di Jalan Raya Boyolali–Solo, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali, museum itu dibangun pada 2015.
Arsitektur mengadopsi Museum Louvre di Kota Paris, Prancis.
Di sana juga terdapat ratusan koleksi benda bersejarah mulai zaman prasejarah hingga zaman modern.
Edukator Museum R Hamong Wardoyo Boyolali Farid Burhanudin mengungkapkan, museum setempat memiliki total 313 koleksi.
Dengan 90 persen di antaranya merupakan barang koleksi yang dikumpulkan dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali.
“Dari zaman prasejarah, kita memiliki tulang pangkal paha dari gajah purba yang ditemukan di Andong, berdekatan dengan Sangiran. Di era sejarah, kita memiliki koleksi dari zaman Mataram Hindu, kolonial, kemerdekaan, dan pascakemerdekaan,” urai Farid, Kamis (13/11/2025).
Namun, banyaknya ragam koleksi di Museum R Hamong Wardoyo belum menarik minat pelajar maupun masyarakat di Boyolali untuk mengunjunginya.
Untuk mendongkrak jumlah kunjungan, Museum R Hamong Wardoyo menggelar beberapa kegiatan program publik.
Seperti sarasehan museum, sarasehan budaya, festival bocah dolanan, pameran pusaka, festival merapi pacul goweng, serta bedah buku.
Selain itu, Museum R Hamong Wardoyo menyediakan satu set gamelan yang bisa digunakan masyarakat secara gratis. Namun dengan catatan, tidak dibawa keluar museum.
Baca Juga: Tanah Amblas di Dekat Luweng Pracimantoro Ditangani BPBD Wonogiri, Warga dan Relawan Bersatu!
Diberitakan sebelumnya, Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali Eko Sumardiyanto mengatakan, rata-rata pengunjung di Museum R Hamong Wardoyo setiap tahun sebanyak 5 ribu kunjungan.
Data sementara hingga bulan September, tercatat sudah ada 4 ribu pengunjung. Museum ditargetkan bisa mencatat 6 ribu pengunjung hingga akhir 2025.
“Kami optimis, target kunjungan museum bisa tercapai untuk tahun 2025,” jelas Eko. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono