RADARSOLO.COM - Satlantas Polres Boyolali mencatat sudah ada 2 laporan kecelakaan lalu lintas di dalam tol akibat Aquaplaning.
Untuk itu, Satlantas mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan apabila terdapat genangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo mengungkapkan, kasus aquaplaning di jalan tol akibat banyak pengendara yang tidak menghiraukan kecepatan di jalan.
“Seharusnya kalau hujan itu kan, sesuaikan dengan kecepatan nya. Misalnya pick up, grand max, tidak boleh lebih dari 80 kilometer per jam,” jelas Budi, Jumat (14/11).
Budi menjelaskan, kontur jalan tol Boyolali yang cenderung turun dari arah Barat (Semarang), banyak kendaraan yang melaju melebihi 80 Kilometer per jam saat terjadi hujan dan melewati genangan.
Dari 2 laporan laka akibat aquaplaning, Budi mengatakan bahwa kendaraan berjalan dari barat menuju timur.
“Rata-rata tunggal, di Kiringan, KM 474. (Kecelakaan) dua-duanya di 474. Yang dulu grand max masuk parit, terus yang semalam (Kamis 13/11) L300, itu nabrak pembatas jalan. Rata-rata arah timur yang menurun, yang ke barat itu kan naik, jadi risikonya lebih rendah,” lanjut Budi.
Budi mengimbau kepada pemudi di jalan tol, agar memperhatikan batas kecepatan.
Selain itu, menyesuaikan kondisi lapangan. Apabila terjadi hujan, diupayakan tidak lebih dari 80 km/jam. Sebab, apabila lebih, potensi terjadi aquaplaning lebih tinggi.
“Terutama yang sumbu tinggi, seperti Pajero, Fortuner, Terios, kalau grand max itu kan karena mobilnya ringan,” tambahnya.
Budi menambahkan, kasus aquaplaning cenderung banyak terjadi di jalan tol, untuk saat ini bahkan tidak ada laporan terkait aquaplaning di jalan arteri.
Baca Juga: Wali Kota Pastikan Pemkot Solo Fasilitasi Jumenengan, Sikapi Dinamika Keraton dengan Hati-Hati
Sementara itu, Direktur Utama PT TMJ (Trans Marga Jateng) Prajudi mengungkapkan, saat ini telah dilakukan perbaikan di beberapa titik untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat aquaplaning.
“Jika ada jalan-jalan berlubang maka akan dilakukan perbaikan dengan ditambal, dan jika saluran air mampet maka akan segera dilakukan pembersihan,” jelas Prajudi.
Senada dengan Kanit Gakkum Satlantas, Prajudi juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan berkendara dengan mengontrol kecepatan.
Saat hujan deras, dia menyarankan untuk pengendara berada di kecepatan maksimal 70 kilometer per jam.
"Kepada para pemakai jalan tol, jika hujan deras gitu mohon agar mengendalikan kecepatan maksimum 70 lah, karena untuk mengurangi dampak dari aquaplaning itu,” tuturnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono