RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali tengah melakukan pembangunan pasar darurat Karanggede.
Saat ini progres pembangunan mencapai kurang lebih 40 persen.
Kepala Disdagperin Purnawan Raharjo mengungkapkan, pihaknya optimistis pembangunan fisik pasar darurat Karanggede tepat waktu.
“Saya yakin optimis bisa selesai, secara progres positif dari target. Kemarin plus 4 persen dari target,” jelas Purnawan, kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/11).
Purnawan menjelaskan, proyek tersebut dilaksanakan selama 100 hari kerja, mulai 8 September hingga 16 Desember 2025, dan menelan anggaran Rp 3,1 miliar.
Pembangunan pasar darurat itu untuk menggantikan sementara Pasar Karanggede yang sempat terbakar, dan direncanakan dibangun ulang pada tahun 2026 mendatang.
Rencananya, pasar darurat akan memiliki sebanyak 110 kios dan 645 los yang berdiri di dalamnya.
Setelah dilakukan survei lokasi, didapat lokasi yang dirasa strategis untuk pembangunan pasar darurat, yakni di Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede.
“Jaraknya dari pasar lama, kurang lebih 1 km lebih sedikit, dibangun di sebelah timur kantor Kecamatan Karanggede,” ucapnya.
Purnawan mengatakan, jumlah kios dan los yang dibangun disesuaikan dengan pedagang Pasar Karanggede, yakni sebanyak 146 kios serta 886 los.
Terkait kapan mulai bisa ditempati, Purnawan berharap bisa secepatnya dilakukan pemindahan apabila bangunan fisik sudah selesai sepenuhnya.
Purnawan menambahkan, pedagang pasar pagi di sebelah selatan pasar utama Karanggede tidak ikut dipindah, sebab bangunan pasar masih tergolong baru dan tidak ikut dibangun.
“Bangunannya (Pasar Karanggede) nanti akan dibangun ulang, dibongkar, anggarannya di tahun 2026,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono