RADARSOLO.COM- Bupati Boyolali Agus Irawan melakukan kunjungan ke proyek pembangunan pasar darurat Karanggede yang telah memasuki tahap penyelesaian.
Bupati juga memastikan seluruh fasilitas sementara di pasar darurat Karanggede siap digunakan oleh para pedagang.
Pembangunan pasar darurat Karanggede sejatinya untuk operasional sementara sebelum pelaksanaan pembangunan Pasar Karanggede utama pada 2026.
“Yang terpenting adalah pemenuhan fasilitas dasar, termasuk jaringan listrik dan pasokan air bersih, yang harus segera tersedia untuk menunjang operasional pasar darurat,” jelas Agus melalui keterangan tertulis, Rabu (19/11).
Agus juga menekankan terkait aspek pengamanan selama masa transisi agar aktivitas perdagangan berlangsung lancar.
Bupati juga mengimbau perlunya penataan zonasi pedagang secara sistematis, agar komoditas tidak saling tercampur.
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dengan para pedagang terkait penempatan di lokasi pasar darurat.
“Pemkab Boyolali berkomitmen melanjutkan pembangunan Pasar Karanggede utama pada tahun depan, dengan tujuan meningkatkan kualitas sarana perdagangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sana,” imbuhnya.
Agus berharap, pembangunan pasar darurat Karanggede bisa terus menggerakkan aktivitas perdagangan di pasar Karanggede selama pembangunan pasar utama.
Diketahui, pembangunan pasar darurat Karanggede menelan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar. Nantinya, di dalamnya tersedia 110 kios dan 640 los.
Pasar darurat berdiri di sebelah timur pasar utama Karanggede, tepatnya di tanah kas desa Kebonan seluas 11.346 meter persegi.
Baca Juga: Eks Kepala Dinkes Karanganyar Dituntut 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Alkes
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali Purnawan Raharjo menjelaskan, pembangunan pasar darurat Karanggede sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai pada 16 Desember mendatang.
“Masih ada waktu satu bulan, kita optimis selesai. Sehingga pemanfaatan pasar darurat ini akan digunakan para pedagang baik toko maupun kios," terangnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono