Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Viral Hasil Uji Lab Air PDAM Boyolali Tercemar Bakteri E. coli, Begini Bantahan Dirut Perumda Tirta Ampera

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 20 November 2025 | 00:35 WIB
Keterangan hasil lab kesehatan yang menyatakan ada kandungan bakteri ecoli menyebar di media sosial.
Keterangan hasil lab kesehatan yang menyatakan ada kandungan bakteri ecoli menyebar di media sosial.

RADARSOLO.COM - Viral surat hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali terhadap sampel air yang diduga berasla dari air PDAM milik Perumda Tirta Ampera Boyolali.

Dalam surat tersebut menunjukkan hasil uji bakteri terdapat kandungan coliform sebesar 56%, serta 2% kandungan bakteri Escherichia Coli (E. Coli).

Sontak hal ini membuat masyarakat, terutama pelanggan PDAM geger.

Lalu bagaimana dengan respons Perumda Tirta Ampera Boyolali?

Perumda Tirta Ampera Boyolali memastikan bahwa informasi air PDAM yang mengandung bakteri tidak benar.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Ampera Boyolali Iwan Marwanto menjelaskan, air PDAM sudah melalui proses pengolahan sebelum didistribusikan.

Sebab, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, air minum seharusnya tidak boleh mengandung bakteri seperti Coliform maupun E. Coli.

“Hasil lab itu bukan dari PDAM. Tapi ada tulisan PDAM, jadi mungkin petugas sanitarian berpikir itu (air) dari PDAM,” jelas Iwan, Rabu (17/11).

Iwan kembali menegaskan bahwa hasil lab yang dikeluarkan oleh laboratorium Dinkes Boyolali bukan berasal dari air milik Perumda Tirta Ampera, melainkan penyedia air swasta.

Melainkan hasil lab yang beredar merupakan permohonan pemeriksaan air untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Kebutuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebonbimo, Kecamatan Boyolali.

Meskipun berasal dari sumber yang sama, yakni sumber mata air Umbul Pengilon, Iwan memastikan air dari Perumda Tirta Ampera bersih.

Baca Juga: Berapa Denda dan Jenis Pelanggaran yang Disasar Operasi Zebra Candi 2025 di Jateng? Ini Daftar Lengkapnya

“Bedanya kita diolah dulu. Pengolahan disesuaikan dengan kandungan bakteri, besi yang ada di dalam air," jelas Iwan.

"Kalau kami (PDAM), ketika memang bakterinya tinggi, berarti harus diolah dulu dengan disinfektan, apalagi kalau airnya keruh,” tambahnya.

Iwan memastikan pihaknya memiliki standard operational procedure (SOP) uji lab sebanyak 2 kali dalam sehari guna memenuhi standar yang berlaku. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hasil uji lab #perumda tirta ampera #PDAM BOYOLALI #tercemar #bakteri e coli