Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkab Boyolali Tambah Blok Sampah Senilai Rp 1,6 Miliar, Kepala DLH Ungkap Mahalnya Biaya Pengolahan Sampah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 26 November 2025 | 00:30 WIB
Seiring terus bertambahnya volume sampah, DLH Boyolali tambah blok baru dengan anggaran tidak murah.
Seiring terus bertambahnya volume sampah, DLH Boyolali tambah blok baru dengan anggaran tidak murah.

RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penambahan blok sampah baru.

Berada di wilayah Desa Jelok, Kecamatan Cepogo dengan luasan blok sampah 1.000 meter persegi.

Pembangunan blok sampah baru menggunakan dana APBD 2025 sebesar Rp 1,67 miliar.

Kepala DLH Boyolali Suraji mengatakan, Pemkab Boyolali terus berupaya menangani permasalahan sampah.

“Salah satunya adalah dengan penambahan blok sampah,” jelas Suraji, Selasa (25/11/2025).

Suraji menjelaskan, bahwa saat ini sistem pengolahan sampah yang diterapkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong adalah controlled landfill.

Yaitu metode pengelolaan sampah dengan cara menimbun sampah, lalu memadatkan, dan melapisinya dengan tanah secara berkala.

Metode ini tidak mengurangi volume sampah yang berada di dalam TPA, namun hanya tempat penimbunan.

Suraji mengatakan, timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat di seluruh Kabupaten Boyolali per hari mencapai 120 ton.

Padahal, dari DLH sendiri mematok angka maksimal 100 ton per hari untuk sampah yang masuk ke TPA.

“Hal ini disebabkan oleh banyaknya sampah rumah tangga yang harusnya masih bisa bernilai ekonomi namun sudah dibuang ke TPA, dan selain itu, musim hujan juga menambah tonase sampah,” bebernya.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp 5 Miliar Untuk Hadapi Bencana Alam, Catat Ada Ratusan Bencana Sepanjang Tahun 2025

Suraji menambahkan, saat ini TPA Winong memiliki luas 6,47 hektare, yang terdiri dari blok sampah tidak aktif dan blok sampah aktif.

Blok sampah tidak aktif kini dipergunakan untuk bangunan perkantoran, sarana prasarana, dan cadangan.

Ke depan, DLH Boyolali akan melakukan penambahan luasan untuk menampung sampah-sampah baru.

Suraji menambahkan, saat ini biaya pengolahan sampah mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per ton.

“Jadi bisa dibayangkan berapa mahalnya kita mengelola sampah, makanya kita harus mengurangi sampah, sehingga yang masuk ke TPA hanya residu,” tuturnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#blok #Pengolahan #DLH #Pemkab Boyolali #sampah