RADARSOLO.COM - Mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali memastikan harga kebutuhan bahan pokok masih stabil.
Hanya komoditas cabai yang mengalami kenaikan. Tapi itu disebabkan musim hujan yang menyebabkan produksi turun, sedangkan permintaan banyak.
Kepala Disdagperin Boyolali Purnawan Raharjo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan harga pasar.
Hasilnya, stok kebutuhan pokok masih mencukupi dengan harga stabil.
“Untuk permintaan kebutuhan pasti meningkat, dengan antisipasi nanti kita komunikasikan dengan dinas terkait. Perlu ada penyikapan,” jelas Purnawan ditemui radarsolo.jawapos.com di kantornya, Rabu (26/11/2025).
Disdagperin sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk kebutuhan stok gas.
Apabila terjadi lonjakan permintaan, Disdagperin telah menyiapkan alokasi fakultatif.
Purnawan mengatakan, saat Nataru, kenaikan harga bahan pokok di Boyolali tidak terlalu signifikan dibanding perayaan Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya tim dari kabupaten itu H-1 atau H-2 itu dilakukan pengecekan harga pasar jelang Nataru untuk antisipasi. Kalau hari raya, H-7 sebelum puasa sudah terlihat ada kenaikan,” lanjutnya.
Purnawan mengatakan, komoditas yang biasa mengalami kenaikan yakni sembako. Seperti beras, minyak, tepung, dan gula pasir.
“Untuk berapa persen kenaikan itu berbeda. Tergantung permintaan barang,” tuturnya.
Sementara itu, Wamendag Dyah Roro Esti saat kunjungan ke Boyolali mengatakan, dari pantauan di beberapa wilayah, harga bahan pokok masih stabil.
“Kita akan coba memantau. Pada intinya, kami berharap pasokan aman, harga stabil. Walaupun kenaikan harga kadang terjadi misalnya karena hujan, jadi mempengaruhi produksi,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono