RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali menyatakan optimis dapat mempertahankan Penghargaan Adipura untuk yang ke-16 kalinya secara berturut-turut sejak 2006.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali telah menyiapkan sedikitnya 50 titik pantau untuk penilaian Adipura 2025.
Kepala DLH Boyolali Suraji menjelaskan, saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan penilaian lapangan tahap ketiga, yang merupakan tahap paling menentukan.
"Penilaian dilakukan 3 tahap. Pertama administrasi, tahap 2 bulan Agustus, tahap ketiga mulai akhir November sampai awal Desember,” jelas Suraji, Kamis (27/11).
Fokus Krusial di TPA dan Perluasan Titik Pantau
Suraji menerangkan, seluruh titik pantau mewakili wajah kebersihan dan kenyamanan kota.
Mulai dari pengelolaan sampah, keteduhan, hingga fasilitas umum.
Titik pantau yang dinilai sangat krusial adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winong dan pasar.
TPA Winong menjadi perhatian utama karena Adipura mensyaratkan pengelolaan sampah minimal harus menggunakan sistem control landfill (penimbunan terkendali), yang saat ini telah diterapkan di TPA Winong.
Cakupan Titik Pantau Adipura 2025 di Boyolali meliputi:
- TPA, Pasar, Sekolah, Permukiman, Perkantoran, Rumah Sakit, Puskesmas.
- Jalan arteri, jalan kolektor, perairan/sungai, taman kota, hutan kota, bank sampah, dan kampung Proklim (program kampung iklim).
Tahun ini, penilaian diperluas dengan memasukkan sarana prasarana pengelolaan sampah di seluruh kecamatan, terutama Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Baca Juga: Cek Langsung Lokasi, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Serahkan Bantuan RTLH di Lima Kecamatan
DLH mengimbau masyarakat untuk selalu tertib dalam mengelola dan membuang sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan agar upaya mempertahankan Adipura dapat berhasil. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono