RADARSOLO.COM - Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) susu pasteurisasi di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali mendapat berkah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka kebanjiran order, sehingga mendongkrak produksi susu pasteurisasi hingga 300%.
Dania Puspa Paramitha, pemilik usaha pasteurisasi susu di Desa Singosari mengatakan, sejak awal 2025, pihaknya sudah diminta untuk menjadi supplier susu MBG di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dari bulan Januari, kita sudah mendapat permintaan untuk suplai, sekarang kita sudah mengampu di 20 SPPG,” jelasnya kepada radarsolo.jawapos.com, Jumat (28/11/2025).
Dania mengungkapkan bahwa permintaan paling banyak berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Kabupaten Sleman.
Selain itu, usahanya juga menyuplai sejumlah SPPG di Kota Solo serta Magelang.
Sementara di Boyolali, baru dua lokasi yang mengajukan untuk disetor susu dari usahanya. Yakni SPPG milik Polres Boyolali serta satu SPPG di Kecamatan Wonosegoro.
Dania menjelaskan, saat ini usahanya mengalami kenaikan produksi hingga 300% menyusul banyaknya permintaan susu untuk program MBG.
Dalam sehari, pabrik susu pasteurisasi miliknya bisa memproduksi hingga 500 liter susu untuk MBG.
“500 liter itu bisa 5 ribu pack, kita setiap hari produksi. Untuk memenuhi kebutuhan di dapur SPPG,” lanjutnya.
Kondisi itu meningkat signifikan dibandingkan saat sebelum Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program MBG.
Kala itu, pabrik susu Dania hanya melayani sesuai pesanan. Itu dilakukan guna menjaga kualitas susu.
Untuk bahan baku susu, Dania bersama suami mengambil dari peternak sapi perah lokal di sekitar Desa Singosari.
Kini dengan meningkatnya permintaan pengiriman susu, dania harus menambah jumlah pegawai di pabriknya.
Sebelumnya, ia hanya memiliki 5 pegawai. Setelah ada program MBG, Dania menambah 3 pegawai untuk membantu proses pengemasan.
“Untuk menjaga kualitas bahan baku, kami melakukan sortir di tempat pengepulan susu. Kami sudah mempunyai standar. Dari uji warna, uji rasa, dan uji bau,” pungkas Dania. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono