RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali menggelar penanaman ribuan bibit pohon secara serentak dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.
Acara simbolis dipusatkan di Situs Cabean Kunti, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Rabu (10/12/2025).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji mengungkapkan, total bibit pohon yang disiapkan mencapai 11.700 batang.
Penanaman ini tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan disebar di seluruh wilayah Boyolali.
"Kami melakukan penanaman serentak, mulai pertengahan November sampai dengan pertengahan Desember, sesuai dengan surat edaran Bupati,” jelas Suraji.
Fokus Konservasi Sumur Pitu
Suraji menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Situs Cabean Kunti memiliki tujuan konservasi yang penting, sebab lokasi tersebut merupakan hulu dari Sumur Pitu (tujuh mata air keramat).
Penanaman di lokasi tersebut bertujuan untuk melaksanakan konservasi di kawasan Sumur Pitu.
Terdiri dari Sendang Jangkang, Sendang Sidotopo, Sendang Lerep (atau Palerepan), Sendang Kaprawiran, Sendang Panguripan, Sendang Kunti Lanang/Kaputren, dan Sendang Semboja.
Total 11.700 bibit pohon yang disiapkan berupa:
- Tanaman Konservasi
- Tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman serbaguna.
- Bibit MPTS didominasi jenis buah seperti Alpukat, Nangka, Durian, dan Pete. Sementara tanaman non-buah berupa Mahoni, Gayam, dan Beringin.
“Khusus untuk kecamatan, kita alokasikan sendiri jenis pohon kepel. Yang melambangkan semangat untuk membangun Boyolali,” ucapnya.
Pencegahan Longsor di Lereng Gunung
Baca Juga: Persis Solo Dibayangi Denda Karena Urung Umumkan Pelatih Kepala, Ternyata Karena Ancaman Ini
Bupati Boyolali Agus Irawan yang turut hadir menjelaskan, langkah ini merupakan upaya untuk menjaga kelestarian alam dan menjadi pembelajaran dari bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah baru-baru ini.
“Seperti tanah longsor, di luar Jawa maupun di Jawa Tengah sendiri. Cilacap dan Banjarnegara. Itu menjadi pembelajaran, kita mendorong berbagai pihak untuk ikut serentak menanam bersama Pemkab Boyolali,” beber Agus Irawan.
Bupati menambahkan, penanaman bibit pohon saat ini difokuskan di lereng-lereng gunung yang bertujuan sebagai penahan tanah agar tidak terjadi longsor saat diguyur hujan deras. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono