RADARSOLO.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Boyolali menggelar Apel Quick Respon Terpadu di Rest Area 487 B, Kamis (11/12) siang.
Apel ini bertujuan memantapkan kesiapsiagaan terpadu dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan potensi kerawanan selama periode Nataru.
Apel Quick Respon ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, PMI, Damkar, DLH, Jasa Marga, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali.
Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi yang memimpin pengecekan alat-alat bantu penanganan kecelakaan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan mengingat prediksi peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
“Pentingnya kesiapsiagaan terpadu, mengingat peningkatan volume kendaraan, serta potensi kerawanan lalu lintas pada periode Nataru,” jelas Fandi.
Puncak Mudik dan 10 Pos Pelayanan
AKP Tri Afandi mengumumkan, Polres Boyolali akan mendirikan total 10 pos pelayanan Nataru.
Pos-pos ini akan didirikan di lokasi strategis, termasuk dua pos di Rest Area 487, tiga pos di Exit Tol, serta pos di Siboba, Ampel, dan beberapa tempat wisata.
Polres Boyolali memprediksi puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada H-2 Natal dan H-1 Tahun Baru.
Prediksi Kenaikan Kendaraan Roda Dua
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali Insan Adi Asmono memprediksi kenaikan angka kendaraan yang melintasi Boyolali mencapai 7 persen dibanding Nataru tahun lalu.
Diperkirakan, lebih dari 103 ribu kendaraan penumpang dan 273 ribu pemudik akan memasuki Boyolali selama periode Nataru 2026.
Insan merinci, dari total 103 ribu kendaraan. Terdiri dari:
- Sepeda Motor: 60 ribu kendaraan (diprediksi naik signifikan karena kenaikan biaya transportasi umum).
- Kendaraan Ringan: 38 ribu kendaraan.
- Kendaraan Berat: 5.250 kendaraan.
Insan juga memetakan beberapa titik kawasan dengan risiko sangat tinggi mengalami kemacetan, di antaranya:
- Simpang Tiga Bangak
- Simpang Siaga Boyolali
- Persimpangan Sunggingan
- Gerbang Tol Banyudono
Pihak terkait akan memfokuskan pengamanan di titik-titik rawan kemacetan tersebut. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono