Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jauh dari Rasa Pahit, Siswa Boyolali Racik Jamu Tradisional Rasa Mojito Kekinian

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 17 Desember 2025 | 00:50 WIB
Murid MTs Al Abidin Boyolali mencicipi jamu dengan rasa kekinian dan tetap bermanfaat, Selasa (16/12),
Murid MTs Al Abidin Boyolali mencicipi jamu dengan rasa kekinian dan tetap bermanfaat, Selasa (16/12),

RADARSOLO.COM - Jamu seringkali diidentikkan sebagai minuman tradisional yang pahit dan beraroma menyengat, terutama bagi generasi yang lahir di atas tahun 2000-an.

Guna mematahkan stigma tersebut, salah satu rumah kreatif di Boyolali mengajak para siswa mengenal kembali warisan nenek moyang lewat konsep jamu kekinian.

Dalam kegiatan yang diikuti murid MTs Al Abidin Boyolali, Selasa (16/12), anak-anak tidak hanya mencicipi, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan jamu dari hulu ke hilir.

Owner Rumah Yusi sekaligus pengelola rumah kreatif, Yusi Aristiani menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk nguri-uri budaya yang mulai luntur di kalangan remaja.

“Penilaian anak sekarang tentang jamu itu bau, pahit, dan tidak enak. Jadi saya mengajak mereka untuk membuat jamu dengan sentuhan kekinian, dengan cita rasa yang bisa disandingkan dengan jajanan atau minuman masa kini,” jelas Yusi.

Ramu Jahe dan Secang Jadi Minuman ala 'Mojito'

Proses edukasi dimulai dari perkenalan rempah-rempah pilihan, mengekstrak sari bahan, hingga meraciknya menjadi minuman segar.

Yusi memilih kayu secang dan jahe sebagai bahan dasar utama karena khasiatnya yang tinggi dan kecocokannya dengan cuaca saat ini.

“Jahe tentunya untuk stamina, secang untuk kesehatan kulit, kemudian jeruk nipis memberikan sensasi segar. Lalu kita campur soda, yang identik dengan minuman anak muda sekarang, seperti mojito,” tambahnya.

Perpaduan tradisi dan tren ini terbukti berhasil menarik minat siswa.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa sensasi meminum jamu racikannya sendiri sangat berbeda dengan jamu tradisional seperti kunir asem yang biasa ia temui.

Baca Juga: Mocu dan Suara dari Perut: Cara Kreatif Kak Irhas Menghidupkan Dakwah di Klaten lewat Seni Ventrilokuisme

“Kalau jamu tradisional biasanya dominan pahit. Kalau ini tadi ditambah kondimen lain seperti biji selasih dan soda, rasanya bisa disesuaikan selera. Jadi lebih segar dan modern,” ujarnya.

Melalui inovasi ini, diharapkan generasi muda tidak lagi ragu untuk mengonsumsi jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#tradisional #jamu #minuman #mojito #meracik