Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Harga Tinggi Jadi Penyelamat! Meski Tanaman Rusak, Petani Cabai di Teras Boyolali Masih Bisa Balik Modal

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:40 WIB
Petani cabai di Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali panen lebih awal karena cuaca ekstrem.
Petani cabai di Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali panen lebih awal karena cuaca ekstrem.

RADARSOLO.COM-Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Boyolali mulai berdampak buruk pada sektor pertanian.

Tanaman cabai milik warga di sejumlah wilayah dilaporkan rusak akibat layu, mengering, hingga membusuk sebelum waktunya.

Kondisi ini salah satunya dialami petani cabai di Desa Randusari, Kecamatan Teras.

Guna meminimalkan kerugian total akibat tanaman yang mati, para petani memilih untuk melakukan panen dini meski risiko kualitas dan harga jual menjadi tantangan.

Salah satu petani cabai setempat, Trimo Rustanto mengungkapkan, sebelum cuaca buruk melanda, tanaman cabainya memiliki kualitas yang sangat baik.

Namun, tingginya kadar asam pada air hujan membuat kondisi tanah menurun drastis.

“Karena hujannya tinggi, air hujan itu sifatnya asam. Jadi pH tanahnya turun, ngedrop. Akibatnya tanaman menjadi layu dan mengering,” jelas Trimo, Kamis (18/12/2025).

Andalkan Harga Tinggi untuk Tutup Kerugian

Trimo mengaku terpaksa memetik cabai rawit miliknya meski masih berusia muda.

Dari lahan seluas 2.000 meter persegi, ia saat ini hanya mampu memanen sekitar 50 kilogram cabai akibat banyak tanaman yang rusak.

Meskipun produktivitas menurun, Trimo menyebut para petani sedikit terbantu dengan tren harga cabai di pasaran yang saat ini sedang melambung tinggi.

Baca Juga: Matangkan Kesiapan Operasi Lilin Candi 2025, Polres Sukoharjo Geber Lapraops

Alhamdulillah masih tertolong harga, jadi tidak begitu rugi. Harga cabai rawit hijau dari tingkat petani saja sudah laku Rp 70 ribu per kilogram. Sampai panen akhir nanti, prediksinya masih bisa menutup modal,” tambahnya.

Langkah panen dini ini menjadi strategi terakhir bagi petani di Kecamatan Teras untuk menyelamatkan aset yang masih tersisa di lahan, sembari berharap cuaca segera membaik agar sisa tanaman yang ada bisa bertahan hingga masa panen berikutnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #panen #teras #cuaca ekstrem #petani #cabai