RADARSOLO.COM-Jumlah kendaraan di Jalan Tol Solo-Yogya diprediksi mengalami lonjakan signifikan pada puncak mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) memperkirakan sebanyak 25 ribu kendaraan akan melintasi jalur ini dalam satu hari.
Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah mengungkapkan, periode puncak kepadatan arus mudik diperkirakan pada 21 Desember 2025, sementara arus balik pada 4 Januari 2026.
“Di tahun lalu pembukaan masih fungsional, sedangkan saat ini sudah beroperasi penuh. Sehingga peningkatannya dibanding tahun lalu sekitar 30%. Jika dibandingkan hari normal (14-15 ribu kendaraan), peningkatannya sekitar 20%,” jelas Rudy, Jumat (19/12/2025).
Antisipasi Penumpukan di GT Prambanan
Pihak JMJ memberikan perhatian khusus pada Gerbang Tol (GT) Prambanan.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, mayoritas pengguna jalan ruas Tol Solo-Yogya memiliki tujuan akhir ke arah Yogyakarta, sehingga potensi penumpukan kendaraan di titik keluar Prambanan sangat tinggi.
Berbeda dengan masa mudik sebelumnya, kali ini seluruh segmen mulai dari Kartasura hingga GT Prambanan telah dibuka secara penuh, tidak ada lagi jalur yang bersifat fungsional darurat.
Fasilitas Rest Area KM 19 dan Imbauan Cuaca Ekstrem
Guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, PT JMJ membuka layanan tambahan di Rest Area KM 19 secara fungsional.
Meski lahan belum terbebaskan sepenuhnya, fasilitas di titik ini ditingkatkan dibanding masa Lebaran lalu, meliputi:
- SPKLU (charging station) untuk mobil listrik.
- SPBU Modular untuk pengisian BBM.
- Minimarket Mobile untuk kebutuhan logistik ringan.
Rudy juga mengingatkan pengguna jalan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG yang diperkirakan berlangsung hingga awal Januari 2026.
“Mohon pengguna jalan tetap berhati-hati, memperhatikan kondisi kendaraan, cuaca, serta kesehatan. Jangan lupa kecukupan saldo e-money, karena kekurangan saldo di gerbang tol bisa menimbulkan hambatan bagi pengguna jalan lain,” tuturnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono